daerah

Selamatkan Bumi, FKPA Kabupaten Bandung Gelar Aksi Tanam Pohon di Situ Cianjing

Rabu, 7 Januari 2026 | 00:45 WIB

Gertak.id | Kabupaten Bandung – Dalam upaya memperkuat gerakan konservasi lingkungan yang terukur dan berkelanjutan, Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Kabupaten Bandung menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Situ Cianjing, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Selasa (6/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program “SERO” (Save Environment River Origin), sebuah program strategis yang berfokus pada perlindungan kawasan hulu, restorasi titik-titik mata air, serta pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya DAS Citarum.

Program SERO digagas FKPA Kabupaten Bandung dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Perumda Air Minum Tirta Raharja serta PJT II, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Sekretaris Jenderal FKPA Kabupaten Bandung, Yogi Gunawan, menegaskan bahwa Program SERO merupakan gerakan masyarakat yang lahir dari kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga sungai dan mata air sebagai sumber kehidupan.

“Save Environment River Origin adalah ikhtiar bersama untuk melindungi mata air, menjaga kawasan hulu, dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar Yogi.

Kegiatan penanaman pohon ini juga berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Cibeureum, yang secara bersamaan meluncurkan program “CIJAGRA” (Cibeureum Jaga Alam Raya) sebagai komitmen desa dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang hari ini hadir, terlibat, dan ikut menanam harapan,” tambah Yogi Gunawan.

Penanaman pohon di kawasan mata air Cianjing/Situ Cianjing menjadi bagian penting dari rangkaian Program SERO sebagai upaya nyata menyelamatkan mata air, memperkuat fungsi ekologis hulu, serta mendukung pemulihan wilayah hilir.

“Setiap bibit yang ditanam bukan sekadar pohon, tetapi komitmen jangka panjang untuk kehidupan—air yang terus mengalir, tanah yang kembali mengikat, dan ekosistem yang diberi kesempatan untuk pulih,” ungkapnya.

FKPA Kabupaten Bandung menegaskan bahwa program ini belum selesai. Agenda penanaman lanjutan akan kembali dilaksanakan pada pekan mendatang. FKPA membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi komunitas, relawan, lembaga, serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.

“Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Mari menutup krisis dengan aksi, menjawab bencana dengan pemulihan, dan membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari satu mata air,” tutup Yogi.

Selamatkan Hulu, Pulihkan Hilir.

Salam Lestari.

Reporter: Dhany

Terkini