daerah

HAB ke-80 Kemenag, Bupati Bandung Serukan Kerukunan Umat dan Transformasi Layanan Keagamaan

Minggu, 4 Januari 2026 | 07:55 WIB

Gertak.id | Kabupaten Bandung — Bupati Bandung Dadang Supriatna bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026. Upacara digelar di halaman Pondok Pesantren Al Ihsan, Baleendah, Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Kementerian Agama Kabupaten Bandung, aparatur sipil negara (ASN), para tokoh agama, serta unsur masyarakat lintas keagamaan. Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”

Dalam amanatnya, Bupati Bandung membacakan sambutan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Ia menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan energi kebangsaan yang lahir dari sinergi produktif dalam keberagaman, sekaligus menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan bangsa.

Disebutkan pula, selama delapan dekade Kementerian Agama telah memainkan peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi kebangsaan, serta membina kehidupan beragama yang damai dan sejahtera. Peran tersebut terus berkembang, tidak hanya dalam aspek pelayanan keagamaan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, penguatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, serta menghadirkan agama sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama memperkuat fondasi program “Kemenag Berdampak” melalui sejumlah terobosan, di antaranya transformasi digital layanan keagamaan, penguatan pesantren dan ekonomi sosial keagamaan, peningkatan mutu madrasah dan perguruan tinggi keagamaan, serta pelaksanaan Program Desa Sadar Kerukunan sebagai wujud nyata pembumian nilai toleransi di tengah masyarakat.

Menjawab tantangan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan dinamika global VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity), ASN Kementerian Agama dituntut untuk adaptif, inovatif, dan responsif. Mereka juga diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, menyejukkan, dan mencerahkan, termasuk di ruang digital.

Peringatan HAB ke-80 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama, mempererat sinergi lintas sektor, serta meningkatkan kualitas pengabdian demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat.

Dhany

Terkini