Gertak.id | Indramayu — Pengamat kebijakan publik Carkaya mendesak Bupati Indramayu Lucky Hakim selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) untuk bersikap tegas dengan menonaktifkan Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA), H. Nurpan, menyusul polemik transfer dana Rp2 miliar yang kini viral di masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan Carkaya dalam podcast Almak Corner bertema Polemik PDAM Indramayu. Ia menyoroti dugaan kesalahan fatal berupa transfer dana perusahaan daerah senilai Rp2 miliar kepada PT BRS yang dinilai sarat persoalan dan patut dipertanyakan secara hukum.
Sebelumnya, beredar luas dugaan bukti kwitansi transfer Rp2 miliar yang hanya mencantumkan keterangan “Biaya lain”. Minimnya penjelasan dalam dokumen tersebut memicu tanda tanya publik dan menuai reaksi keras dari masyarakat Indramayu.
Gelombang desakan agar H. Nurpan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama Perumdam TDA pun menguat, terlebih masa kepemimpinannya dinilai masih relatif baru.
Menurut Carkaya, peristiwa tersebut tidak dapat dipandang sebagai kelalaian administratif semata, melainkan berpotensi mengarah pada unsur kesengajaan. Ia mempertanyakan dasar hukum pemindahan dana perusahaan daerah yang bersumber dari APBD kepada pihak lain.
“Secara regulasi, apakah seorang direktur utama diperbolehkan memindahkan uang perusahaan daerah tanpa dasar hukum yang jelas?” tegasnya.
Ia menilai penonaktifan direksi perlu segera dilakukan guna menjaga prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta memulihkan kepercayaan publik terhadap Perumdam TDA.
Desakan serupa juga disampaikan Bendahara DPC PDI Perjuangan Indramayu, Nanang K. Mahasastra. Melalui media sosial dan podcast yang sama, Nanang mempertanyakan keberanian Bupati Lucky Hakim dalam menjalankan kewenangannya sebagai KPM, termasuk untuk menskors Direktur Utama PDAM beserta jajaran direksi di tengah polemik yang berkembang.
Nanang menilai adanya relasi politik berpotensi membuat langkah tegas sulit diambil.
“Saya sepakat jika seluruh direksi Perumdam TDA dinonaktifkan. Namun, saya tidak meyakini Bupati Lucky berani melakukannya,” pungkas Nanang.