Gertak.id
Masyarakat Desa Pengkadan Baru, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, menyuarakan keluhan mereka secara terbuka melalui media sosial Facebook terkait kondisi infrastruktur vital yang memprihatinkan. Mereka mendesak Bupati Sintang, Herkulanus Bala, dan Wakil Bupati, Florensius Rony, untuk segera turun langsung meninjau kondisi jembatan gantung yang menghubungkan Desa Taok dan Desa Pengkadan Baru yang dilaporkan hampir roboh, serta akses jalan yang rusak parah dan belum tersentuh pembangunan sama sekali.
Keluhan ini mencuat karena buruknya akses tersebut telah mengganggu aktivitas harian, terutama bagi anak-anak sekolah dan mobilitas masyarakat dari desa ke kota.
Jalan yang menghubungkan Desa Taok menuju Desa Pengkadan Baru merupakan jalur pintas utama. Jika masyarakat harus memutar melalui Jalan Nanga Jetak untuk menuju Kecamatan Kelam Permai, jaraknya akan menjadi sangat jauh. Inilah sebabnya mengapa jalur yang kondisinya rusak ini menjadi urat nadi utama.
Dalam unggahannya, perwakilan masyarakat mengungkapkan keprihatinannya: "Kami merasa kasihan terhadap anak-anak kami yang harus menuntut ilmu selalu telat datang ke sekolah karena akses jalan yang sering dilewati adalah rusak. Apalagi jika di musim penghujan, jalan terasa licin karena masih tanah kuning."
Selain siswa, masyarakat juga kesulitan untuk keluar masuk desa menuju kota. Kondisi ini diperparah dengan jembatan gantung di jalur tersebut yang dikabarkan sudah hampir roboh, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pengguna.
Masyarakat Desa Pengkadan Baru menyampaikan permohonan resmi ini dengan harapan mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Mereka meyakini bahwa kedua pemimpin Sintang, Bupati Herkulanus Bala dan Wakil Bupati Florensius Rony, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Kelam, pasti memahami betul kondisi masyarakat di pedalaman, termasuk Desa Pengkadan Baru yang disebut-sebut belum pernah tersentuh pembangunan sejak lama.
"Permohonan ini resmi kami sampaikan kepada Pak Herkulanus Bala dan Pak Florensius Rony selaku Bupati dan Wakil Bupati Sintang. Kami tahu kedua pemimpin Sintang ini pasti paham dengan kondisi masyarakat di pedalaman terkhusus untuk daerah Desa Pengkadan baru," tegas mereka.
Warga juga mengungkapkan bahwa masalah infrastruktur ini bukanlah hal baru. Mereka mengenang bahwa pada periode sebelumnya, ketika Jarot Winarno menjabat sebagai Bupati dan Askiman sebagai Wakil Bupati, Jembatan Taok-Pengkadan Baru pernah ditinjau. Bahkan, Wakil Bupati Askiman saat itu pernah menyampaikan rencana pembangunan jembatan rangka baja.
"Tapi sampai hari ini hanya janji belaka," kata mereka penuh harap.
Oleh karena itu, masyarakat Desa Pengkadan Baru kini memohon perhatian serius dari kepemimpinan yang saat saat ini sedang memimpin Sintang, "agar segera ada perbaikan terhadap akses jalan dan jembatan yang mereka lewati sehari-hari, demi kelancaran pendidikan dan perekonomian masyarakat," katanya.
Penulis : Alex