daerah

Misteri Mayat Pria di Rawa-rawa Sragi, Ditemukan Nelayan dalam Kondisi Membusuk

Minggu, 7 Desember 2025 | 09:03 WIB

Pekalongan, 6 Desember 2025 — Warga Dukuh Sumurwetan, Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, dibuat gempar oleh penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di kawasan rawa-rawa bekas persawahan. Penemuan yang terjadi pada Sabtu sore itu sontak menarik perhatian warga sekitar karena kondisi mayat yang sudah membusuk dan diperkirakan meninggal beberapa hari sebelumnya.

Dikira Boneka, Nelayan Ternyata Temukan Mayat

Peristiwa mengejutkan itu bermula saat Kirun (35), warga Desa Boyoteluk, Kecamatan Siwalan, tengah menjaring ikan di rawa sekitar pukul 16.00 WIB. Saat sedang memeriksa jaringnya, Kirun melihat benda menyerupai boneka mengapung di sudut rawa.

Namun, ketika ia mendekati objek tersebut, barulah ia menyadari bahwa yang dilihatnya adalah tubuh manusia dengan posisi tengkurap. Kepala korban berada di dalam air, sementara kedua kaki tampak mengambang di permukaan.

“Saya kaget sekali waktu tahu itu manusia. Saya langsung lari dan melapor,” ujar Kirun kepada perangkat desa.

Tak menunggu lama, laporan diteruskan kepada Kepala Desa Boyoteluk yang kemudian menghubungi Polsek Sragi untuk tindakan lebih lanjut.

Polisi Lakukan Olah TKP, Mayat Belum Memiliki Identitas

Menerima laporan tersebut, Polsek Sragi bersama Unit Inafis Sat Reskrim Polres Pekalongan segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah pria yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahun itu ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap, namun tidak ditemukan kartu identitas maupun petunjuk lain yang mengarah pada identitas korban.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, S.H., membenarkan penemuan tersebut.

“Kami telah mengevakuasi jenazah laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di rawa-rawa Desa Yosorejo. Jenazah telah dibawa ke RSUD Kraton untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Hasil Pemeriksaan Medis: Meninggal 4–5 Hari Lalu, Diduga Tenggelam

Tim Dokter RSUD Kraton melakukan pemeriksaan terhadap jenazah dan menyimpulkan beberapa temuan awal. Pembusukan tubuh yang cukup lengkap menunjukkan korban telah meninggal antara 4 hingga 5 hari sebelum ditemukan.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari pemeriksaan medis sementara, penyebab kematian diduga kuat akibat tenggelam.

“Hasil awal menunjukkan tidak ada unsur kekerasan. Serangkaian proses identifikasi masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian,” tambah Ipda Warsito.

Polisi Lacak Identitas, Warga Diminta Melapor Jika Kehilangan Keluarga

Hingga kini, Polres Pekalongan bekerja sama dengan Tim Identifikasi dan PMI untuk mengungkap identitas korban. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.

“Kami berharap masyarakat dapat membantu proses identifikasi. Apabila ada yang merasa kehilangan anggota keluarga, silakan datang untuk memberikan keterangan,” pungkas Warsito.

Halaman:

Tags

Terkini