Dalam sebuah kesempatan di Kampus IPB, Bogor, pada 21 November 2025, Purbaya mengenang bagaimana ia harus bangun sebelum subuh dan berjalan kaki sejauh 2 kilometer setiap pagi untuk berangkat sekolah.
“Setengah lima sudah bangun, pukul 05.00 pagi sudah jalan kaki sejauh 2 kilometer dari rumah ke depan kampus,” tuturnya.
Kebiasaan tersebut, menurutnya, menjadi tempaan yang sangat berpengaruh pada karakter dan daya juangnya.
“Itu salah satu hal yang menggembleng saya menjadi cukup teguh menghadapi tantangan. Karena kalau bangunnya telat dan terlambat masuk kelas, repot. Bisa dimarahi guru,” katanya.
Purbaya menilai disiplin masa kecil itulah yang membentuk daya tahan fisiknya ketika harus bekerja ekstrem di sektor migas, hingga kemudian membentuk ketangguhan mentalnya sebagai pemimpin di level nasional.