daerah

Banjir Melanda Kota Subulussalam: 5 Kecamatan Terdampak, 3 Kecamatan Alami Kerusakan Parah

Sabtu, 29 November 2025 | 10:38 WIB

Subulussalam, Gertak.id — Bencana banjir kembali menimpa Kota Subulussalam, Aceh, yang berdampak pada lima kecamatan. Dari jumlah tersebut, tiga kecamatan mengalami kerusakan cukup parah hingga warga terpaksa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam, Kecamatan Rundeng menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dengan 18 desa terkena dampak banjir. Sebanyak 491 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.681 jiwa harus mengungsi sementara. Sementara itu, di Kecamatan Sultan Daulat, 4 desa terdampak banjir dengan jumlah pengungsi mencapai 496 KK atau 2.022 jiwa. Kecamatan Longkib tercatat memiliki 4 desa terdampak dengan 5 KK atau 25 jiwa mengungsi.

Sementara itu, dua kecamatan lainnya, yakni Simpang Kiri dan Penanggalan, mengalami dampak banjir yang lebih ringan. Di Simpang Kiri tercatat 8 KK atau 35 jiwa terdampak, namun tidak ada pengungsi. Demikian pula di Penanggalan, terdapat 8 KK atau 35 jiwa terdampak tanpa adanya pengungsian.

Kepala BPBD Kota Subulussalam, Ramadan Pinem, ST, MM, menyatakan bahwa pihaknya terus siaga dan memantau kondisi di lapangan secara intensif. Tim BPBD bersama aparat kecamatan dan desa senantiasa siap bergerak untuk mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan darurat.

“Tim kami masih berada di lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga. Selain itu, percepatan distribusi bantuan logistik kepada warga yang terdampak terus dilakukan,” ujar Ramadan Pinem saat ditemui di Kantor BPBD Kota Subulussalam, Jumat (28/11/2025).

Bantuan yang telah disalurkan mencakup logistik dasar seperti makanan siap saji, air bersih, serta kebutuhan pengungsi. Dukungan datang dari Pemerintah Kota Subulussalam, Pemerintah Provinsi Aceh, serta pihak terkait lainnya. BPBD juga memastikan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar distribusi bantuan lebih cepat dan tepat sasaran.

Kondisi banjir di beberapa kecamatan menyebabkan akses jalan terputus, sehingga proses evakuasi dan distribusi bantuan memerlukan waktu lebih lama. Di Kecamatan Rundeng dan Sultan Daulat, warga banyak yang harus dievakuasi menggunakan perahu karena genangan air masih cukup tinggi.

Masyarakat terdampak menyampaikan apresiasi terhadap upaya cepat pemerintah daerah dan tim BPBD. Warga berharap kondisi banjir dapat segera surut sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali normal.

“Terima kasih kepada pemerintah dan BPBD yang sudah membantu warga. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban kami selama banjir,” kata salah satu warga Rundeng, Ramona.

BPBD Kota Subulussalam menekankan bahwa status siaga tetap diberlakukan hingga seluruh kecamatan dinyatakan aman. Selain itu, pihaknya terus mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Aceh bagian barat.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah kota, provinsi, dan instansi terkait, diharapkan bencana banjir di Kota Subulussalam dapat ditangani secara efektif, serta warga terdampak bisa mendapatkan bantuan tepat waktu dan kembali beraktivitas dengan aman.

(Ramona)

Terkini