daerah

Meluapnya Sungai Lae Souraya Lumpuhkan Aktivitas Warga Siperkas, Puluhan Keluarga Mengungsi

Kamis, 27 November 2025 | 19:50 WIB

Subulussalam — gertak.id
Banjir kembali melanda wilayah Kota Subulussalam. Kali ini, debit air Sungai Lae Souraya meningkat tajam hingga meluap dan merendam pemukiman warga di Desa Siperkas, Kecamatan Rundeng. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh total sejak Kamis (…).

Sedikitnya 20 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke desa tetangga, yakni Darul Aman dan Dusun Ginasing, demi menghindari ancaman banjir yang terus meningkat. Sementara itu, tiga rumah warga lainnya dilaporkan masih berada pada posisi aman, meskipun tetap berada dalam status siaga.

Warga Mulai Mengungsi, Akses Desa Terputus

Sejumlah warga mengaku tak lagi memiliki pilihan selain mengungsi karena ketinggian air sudah memasuki ruang-ruang utama rumah mereka. Barang berharga pun sebagian besar sudah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

“Benar, ada sekitar 20 rumah tangga yang mengungsi ke Darul Aman dan Dusun Ginasing,” ujar Sae, salah seorang warga Siperkas yang aktif dalam kegiatan sosial desa.
Dirinya mengakui bahwa ia juga menjadi korban banjir. “Kami yang merasakan di sini termasuk saya sendiri,” tambahnya.

Warga lainnya juga menyampaikan bahwa akses keluar masuk desa menjadi lumpuh total. Jalan utama tergenang air sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi ini memperburuk proses evakuasi dan pendistribusian bantuan.

Harapan Warga: Bantuan Segera dan Perhatian Pemerintah

Dalam situasi darurat tersebut, masyarakat Desa Siperkas meminta perhatian dan tindakan cepat dari Pemerintah Kota Subulussalam. Mereka berharap adanya bantuan logistik, perahu evakuasi, kebutuhan pokok, serta pembukaan akses menuju desa.

“Kami sudah tidak bisa lagi menunggu. Debit air semakin tinggi dan akses masyarakat sudah lumpuh total,” ungkap seorang warga yang meminta pemerintah segera turun tangan.

Warga berharap agar penanganan banjir dapat dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari dampak lebih besar, terutama bagi anak-anak, lansia, dan keluarga yang terpaksa mengungsi tanpa persiapan memadai.

Situasi Terus Dipantau

Hingga berita ini diturunkan, genangan air di beberapa titik masih menunjukkan peningkatan. Aparat desa bersama warga terus memantau debit air Sungai Lae Souraya, sementara laporan kondisi terkini sudah disampaikan kepada pihak terkait di tingkat kecamatan dan pemerintah kota.

Masyarakat berharap agar bantuan dapat segera disalurkan dan aktivitas desa kembali normal dalam waktu dekat.

(Ramona)

Terkini