daerah

Pencarian Korban Longsor Cilacap Berlanjut, BNPB Pastikan Operasi Tak Berhenti hingga Semua Ditemukan

Selasa, 18 November 2025 | 11:56 WIB
Pencarian Korban Longsor Cilacap Berlanjut, BNPB Pastikan Operasi Tak Berhenti hingga Semua Ditemukan./Foto : Ist

Cilacap, Gertak.id - Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus dilanjutkan oleh tim gabungan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung lokasi bencana dan bertemu para penyintas untuk memastikan proses pencarian berjalan hingga seluruh korban ditemukan serta pembangunan hunian sementara (huntara) dapat segera dimulai.

Pada pencarian hari kelima, Senin (17/11/2025), tim berhasil menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia. Ketiganya merupakan satu keluarga. Dengan temuan tersebut, total korban meninggal menjadi 16 orang, sementara tujuh lainnya masih dinyatakan hilang.

“Tadai ada salah satu orang tua yang menanyakan karena sampai hari kelima, ada putranya yang masih belum ketemu, minta dicari,” kata Suharyanto dalam keterangan BNPB, Senin (17/11/2025).

“Tadi kami udah tegaskan bahwa kami datang ke sini salah satunya tugasnya adalah mencari sampai ketemu dan kami pastikan operasi pencarian, pertolongan berakhir setelah semua ditemukan,” imbuhnya.

Suharyanto menjelaskan bahwa masih terdapat tujuh korban yang belum ditemukan. Ia memastikan pencarian dilakukan mengikuti titik-titik yang telah ditandai Basarnas. “Ini masih ada 7, tapi kita masih punya waktu dan tadi hasil dari laporan Basarnas, mereka sudah tandai titik-titiknya,” ujarnya.

“Ini karena hujan aja Senin sore tidak bisa dicari,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca telah membantu memperbaiki kondisi langit sehingga pencarian dapat berlangsung lebih optimal pada pagi hingga sore hari. “Pagi sampai sore sebenarnya sudah terang karena operasi modifikasi cuaca, tetapi malam hari tidak bisa ditahan sehingga nggak apa-apa malam hujan kecil, nanti (Selasa) terang kita cari lagi,” jelasnya.

Terkait relokasi penyintas, Suharyanto menyebutkan bahwa warga meminta segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk proses tersebut. “Lahannya sudah disiapkan oleh pemerintah, segera akan didata berapa yang harus direlokasi,” katanya.

BNPB bersama TNI dan Polri akan membangun huntara sebagai tahap awal relokasi. “Kapan waktunya, itu secepat mungkin. Dipindahkan ke lahan baru, kata Pak Bupati jaraknya sekitar 2 km dari sini,” ujarnya.

“Hunian tetap dengan hunian sementara diusahakan tidak dalam waktu yang terlalu lama. Nanti, hunian sementara bisa menjadi dapurnya hunian tetap, kalau prosesnya cepat bisa bersamaan yang terakhir bangun huntara sambil mulai dengan bangun hunian tetap,” paparnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan relokasi dilakukan di atas lahan 3,5 hektare yang disiapkan di wilayah Majenang. “Kami sudah koordinasi dengan Bupati (Cilacap) untuk menyiapkan lahan 3,5 hektare di Majenang. Nanti disiapkan rumah biar aman, karena masih ada retakan,” katanya saat meninjau lokasi longsor, Minggu (16/11/2025).

Upaya relokasi ini dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan, mengingat masih terdapat area retakan yang berpotensi memicu pergerakan tanah.

Tags

Terkini