PEKALONGAN – Suasana penuh semangat mewarnai Kirab Wisuda ke-XXXIII Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Sabilul Hidayah Setono Kidul, Pekalongan, pada Ahad (9/11/2025). Sebanyak 80 santriwan dan santriwati mengikuti prosesi wisuda yang menjadi puncak perjalanan belajar mereka dalam memahami Al-Qur’an.
Peserta terdiri atas 50 santri tingkat Al-Marhalah Ula (setara SD/MI) dan 30 santri tingkat Al-Marhalah Wustha (setara SMP/MTs). Prosesi kirab dimulai dari halaman TPQ menuju Gedung NU, diiringi penampilan drum band “Satria Bahari” dari Kabupaten Pekalongan yang menambah kemeriahan acara.
Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Perjalanan
Dalam sambutannya, panitia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari pendidikan, melainkan tahapan awal menuju pendalaman nilai-nilai Al-Qur’an. Santri diharapkan tidak hanya mampu membaca dan menulis ayat suci, tetapi juga menghafal, memahami, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tapi juga menjadi pedoman hidup agar kita terhindar dari perbuatan maksiat dan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak,” ujar salah satu pembina TPQ dalam kegiatan tersebut.
Pentingnya Pendidikan Agama di Tengah Tantangan Moral
Kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi atas pentingnya pendidikan agama di era modern yang penuh tantangan moral. Maraknya kasus kriminalitas dan dekadensi moral di masyarakat dinilai sebagai akibat dari melemahnya benteng iman dan minimnya pendampingan keagamaan pada anak-anak.
Para ustaz menegaskan, nilai-nilai Al-Qur’an merupakan fondasi moral yang membentuk karakter mulia. Ajaran Islam menekankan sikap hormat kepada orang tua, kasih sayang terhadap sesama, kejujuran, dan menjauhi perbuatan tercela seperti mencuri, memfitnah, atau menyakiti orang lain.
TPQ Sebagai Benteng Pembentuk Akhlak
Sebagai lembaga pendidikan nonformal, TPQ Sabilul Hidayah memiliki peran penting dalam membangun mental dan spiritual generasi muda. Melalui pembelajaran Al-Qur’an, TPQ berkomitmen mewujudkan generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
“Santri-santri ini adalah calon penjaga Al-Qur’an yang akan meneruskan nilai-nilai luhur Islam. Semoga ilmu yang mereka peroleh menjadi cahaya dalam kehidupan mereka dan sekitarnya,” ujar Ustadz Saifudin mesir, salah satu pembina TPQ Sabilul Hidayah, menutup kegiatan.
wartawan : fatkhurahman