daerah

Warga Kiara Payung Desak Pemkab Lebak Tuntaskan Perbaikan Jalan Sabagi - Muncang yang Kian Rusak

Selasa, 4 November 2025 | 13:45 WIB
Warga Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, bergotong royong menambal jalan rusak di ruas Sabagi - Muncang secara swadaya./(Foto : Istimewa)

Lebak, Gertak.id - Warga Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, kembali mempertanyakan janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terkait perbaikan jalan kabupaten yang menghubungkan Sabagi–Muncang hingga Kampung Kiara Payung. Ruas jalan tersebut kini semakin rusak parah dan membahayakan pengguna.

Kerusakan jalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini terus dikeluhkan masyarakat. Meski berbagai media pernah memberitakan persoalan tersebut, warga menilai belum ada langkah nyata dari Pemkab Lebak untuk menanganinya.

“Padahal jalan tersebut sudah ramai diberitakan, baik melalui media online, elektronik, cetak, maupun media sosial. Namun pemerintah daerah seolah tutup mata tanpa tindakan nyata dalam menangani jalan yang rusak,” kata Abe, warga Kiara Payung, Desa Tambak, dikutip dari Media Artistiknews, Senin (3/11/2025).

Kondisi ruas jalan Sabagi-Muncang di Desa Tambak tampak rusak parah dan dipenuhi kubangan air. /(Foto : Istimewa)

Abe menambahkan, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya pernah berjanji melalui media sosial akan segera memperbaiki jalan tersebut. Namun hingga kini janji itu belum terwujud.

“Bapak Bupati Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya sudah pernah menyampaikan di media sosial bahwa jalan ini akan segera ditangani dan dibangun. Tapi semua itu hanya janji belaka. Sampai saat ini belum terealisasi. Jadi kami warga Kiara Payung, Desa Tambak, mempertanyakan janji Bapak Bupati,” ujarnya.

Menjelang Hari Raya Idulfitri tahun lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak sempat melakukan penambalan di beberapa titik. Namun, warga menilai upaya itu belum menyelesaikan masalah.

“Ketika menjelang Lebaran Idul Fitri tahun kemarin, Dinas PUPR Kabupaten Lebak hanya melakukan penambalan biasa di beberapa titik saja, tidak keseluruhan,” jelas Abe.

Menurutnya, peran warga bahkan lebih besar dibandingkan pemerintah daerah dalam memperbaiki jalan tersebut.

“Dinas PU cuma ngirim tiga mobil batu bescos, sementara masyarakat patungan hingga mengirim 40 dump truk batu dari hasil swadaya warga,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti kerusakan jalan yang sudah lama dikeluhkan.

“Kami warga Desa Tambak memohon agar pemerintah daerah segera melakukan pembangunan jalan ini,” harap Abe.

Hal senada disampaikan Rahmat, warga Kiara Payung lainnya. Ia menilai, janji pemerintah belum terbukti, sementara masyarakat terus dirugikan akibat kondisi jalan yang semakin parah.

“Warga masih menunggu realisasi janji Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, untuk membangun jalan kabupaten ini. Kondisi jalan yang rusak parah menyulitkan warga, terutama pengendara roda dua dan roda empat saat musim hujan. Tak jarang, pengendara motor terperosok ke lubang yang dalam dan tergenang air,” jelas Rahmat.

Halaman:

Tags

Terkini