daerah

Dinsos Lebak Nilai Sekolah Rakyat Jadi Langkah Tepat Putus Rantai Kemiskinan

Jumat, 31 Oktober 2025 | 22:49 WIB

Lebak, Gertak.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, optimistis program Sekolah Rakyat mampu menumbuhkan kemandirian siswa serta menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.

"Kami mengapresiasi sistem sekolah berasrama bagi siswa Sekolah Rakyat. Mereka bangun sejak subuh dan shalat berjamaah, kemudian terus belajar hingga malam," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, saat monitoring Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 36 di Gedung UPTD Latihan Kerja dan Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Lebak, Jumat (31/10/2025).

Menurut Lela, pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak sejauh ini berjalan aman. Seluruh siswa yang berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan 2 tetap bertahan dan tidak ada yang mengundurkan diri.

Tercatat sebanyak 200 anak mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat Lebak, terdiri dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34 sebanyak 100 siswa, Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 36 untuk jenjang SMP sebanyak 75 siswa, serta Sekolah Rakyat tingkat SD sebanyak 25 siswa.

Ia menjelaskan, proses kegiatan belajar mengajar berlangsung baik dengan pendampingan guru dan wali asuh. Para peserta didik juga mendapat tiga kali makanan bergizi setiap hari sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kesehatan.

"Kami meyakini konsep pendidikan Sekolah Rakyat sangat baik dan bisa mengangkat derajat orang tua," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SRT 36 Tuti Sugiarti menuturkan, seluruh siswa menjalani kegiatan belajar sejak subuh hingga malam, dengan waktu istirahat pukul 21.00 WIB. Mereka dibimbing oleh 12 guru dan 10 wali asuh.

Menurut Tuti, suasana belajar di sekolah berasrama tersebut berjalan aman, nyaman, dan kondusif dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Saat ini, pihak sekolah masih menerapkan kurikulum masa persiapan hingga Desember 2025, dan mulai awal 2026 akan menerapkan kurikulum nasional.

"Kami selalu memberikan motivasi kepada anak-anak agar lebih semangat belajar untuk masa depan mereka dan bisa mengangkat derajat orang tua," kata Tuti.

Salah satu siswa, Muhammad Dahlan, peserta SRT 36 jenjang SMP, mengaku senang bisa bersekolah secara gratis di lembaga tersebut. Ia menyebut suasana belajar terasa menyenangkan berkat bimbingan guru dan wali asuh di asrama.

"Kami berharap setelah lulus nanti bisa melanjutkan di Sekolah Rakyat jenjang SMA dan lulus bisa terlaksana cita-cita menjadi TNI," ujarnya.

Tags

Terkini