daerah

PLKB Cibeber Fokus Edukasi Pencegahan Stunting bagi Catin dan Ibu Hamil

Senin, 20 Oktober 2025 | 02:28 WIB

Lebak, Gertak.id – Pemerintah Kecamatan Cibeber melaksanakan kegiatan Lokakarya Mini Stunting di Balai Penyuluh KB, Jalan Cikotok batas Jabar Km 05, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, pada Jumat (10/10/2025) pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Kegiatan ini digelar dalam rangka percepatan penurunan stunting serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Cibeber.

Lokakarya dihadiri oleh sejumlah unsur lintas sektor, di antaranya Sekmat Cibeber Yeli Sita, SE., MM, Asik Sudiandi (Staf Kecamatan Cibeber), Agus, S.Sos (Koordinator PLKB Kecamatan Cibeber), Hendra Mulyadi, S.Ag (KUA Cibeber), Dr. Wiwin (Kepala Puskesmas Cibeber), Hulman, A.Md (Kepala Puskesmas Citorek), Bida Nur (mewakili Kapus Cisungsang), serta Juned (Sekdes Cibeber mewakili Kepala Desa Cibeber), dan para kader PLKB.

Sekretaris Kecamatan Cibeber Yeli Sita, SE., MM dalam sambutannya menyampaikan pentingnya lokakarya ini sebagai wadah komunikasi dan evaluasi bersama dalam penanganan stunting di tingkat kecamatan.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan, mengevaluasi program yang sudah berjalan, dan merumuskan langkah-langkah konkret untuk menekan angka stunting di wilayah kita,” ujar Yeli Sita.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta membahas sejumlah hal penting, di antaranya penyampaian data dan prevalensi stunting di wilayah Kecamatan Cibeber, evaluasi pelaksanaan program pendampingan keluarga melalui Posyandu Balita, ibu hamil, dan remaja, serta perbaikan aplikasi pendukung kegiatan.

Koordinator PLKB Kecamatan Cibeber Agus, S.Sos menegaskan bahwa Lokakarya Mini Stunting bulanan menjadi ajang penguatan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat, terutama bagi calon pengantin dan ibu hamil.

"Lokakarya Mini Stunting Bulanan ini merupakan penguatan sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting, khususnya kepada calon pengantin (Catin) dan ibu hamil, termasuk pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ucap Agus.

Ia menambahkan, lokakarya juga membahas identifikasi faktor penyebab stunting, seperti pemenuhan gizi, pola asuh, dan sanitasi lingkungan, serta merumuskan strategi dan rencana kerja bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting.

“Perumusan strategi dan rencana kerja bersama menjadi bagian penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting,” tutup Agus.

 

 

Terkini