Lebak, Gertak.id — Upaya bersama dalam menekan angka stunting di Kabupaten Lebak mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lebak, angka prevalensi stunting tahun 2025 tercatat sebesar 4,09 persen atau setara dengan 4.172 balita. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4.263 balita, menandakan tren penurunan yang menggembirakan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP2KBP3A Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, dikutip dari RRI Banten, Selasa (14/10/2025).
Tuti mengungkapkan, penurunan angka stunting merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak yang secara konsisten menjalankan program intervensi dari hulu hingga hilir.
“Saat ini fokus kami bukan hanya menangani anak yang sudah stunting, tetapi lebih kepada pencegahan pada kelompok berisiko stunting,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program intervensi dilakukan melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR), edukasi gizi bagi ibu hamil, serta pembagian tablet tambah darah untuk remaja putri. Di samping itu, kegiatan di posyandu juga diperkuat dengan pemantauan tumbuh kembang balita dan pemberian stimulasi gizi bagi anak yang mengalami berat badan tidak naik.
"Upaya tersebut kami laksanakan secara konvergen bersama lintas perangkat daerah dan dukungan dunia usaha, akademisi, serta media. Sehingga angka stunting dapat terus ditekan sesuai harapan," tambahnya.
Sementara itu, Balai Penyuluh KB (BPKB) di tingkat kecamatan turut berperan penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Melalui para penyuluh lapangan KB, balai aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, pola asuh anak yang sehat, serta pemberdayaan keluarga agar mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal bagi anak.
Selain menjadi ujung tombak dalam mensosialisasikan program pemerintah, BPKB juga berperan dalam memfasilitasi pendataan keluarga berisiko stunting, melakukan pendampingan kepada calon pengantin, dan mengintegrasikan kegiatan dengan kader posyandu serta tenaga kesehatan di wilayah kerja masing-masing.
Sinergi antara DP2KBP3A, Balai Penyuluh KB Kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat inilah yang menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Lebak bebas stunting di masa mendatang.