Lebak, Gertak.id – Pernyataan kontroversial yang dilontarkan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Banten menuai kecaman keras dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lebak. Sabtu, 24 Mei 2025
Dalam sebuah video yang beredar luas, Ketua APKASINDO diduga menuduh Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., telah menakut-nakuti petani dan melindungi pelaku pencurian.
Tudingan tersebut disampaikan saat Ketua APKASINDO berorasi di atas mobil komando dalam aksi demonstrasi yang digelar pada 19 Mei 2025 di depan gerbang PTPN IV Regional I Kertajaya, Kabupaten Lebak.
Ucapan itu langsung memicu reaksi keras, salah satunya dari Sekretaris Distrik GMBI Lebak, Dani Saeputra.
Dalam keterangannya, Dani menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan merupakan bentuk pencemaran nama baik terhadap institusi TNI, khususnya kepada Brigjen Andrian Susanto yang selama ini dinilai profesional dan berpihak pada rakyat dalam menjaga ketertiban wilayah.
"Kami dari GMBI menilai pernyataan itu sangat serius dan tidak bisa dibiarkan. Tuduhan seperti itu bisa menciptakan kegaduhan serta mengganggu stabilitas keamanan masyarakat," kata Dani.
Ia menuntut agar Ketua APKASINDO Banten segera bertanggung jawab atas ucapannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, baik kepada Danrem maupun kepada masyarakat Banten.
“Jika memang ada keluhan atau aspirasi, sampaikan dengan cara yang bermartabat. Jangan malah memprovokasi dan menyerang kehormatan aparat yang sedang menjalankan tugas negara,” tegasnya.
Meski aksi unjuk rasa tersebut berlangsung relatif damai, namun suasana sempat memanas akibat isi orasi yang dinilai provokatif. Aparat TNI dan kepolisian tetap bersiaga untuk menjaga ketertiban.
GMBI Distrik Lebak menyatakan siap mengambil langkah hukum bila tidak ada klarifikasi atau itikad baik dari pihak APKASINDO Banten, dan akan terus mengawal persoalan ini demi menjaga nama baik institusi dan ketertiban umum.