Lebak, Gertak.id — Aktivis asal Cilograng, Rizwan Comrade, akhirnya angkat bicara terkait video viral yang menunjukkan perselisihan di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Cikamunding, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten.
Dalam video tersebut, Rizwan sempat menyebut nama H. Mulyadi Jayabaya (JB), mantan Bupati Lebak, yang kemudian menuai perhatian publik.
Dalam klarifikasi terbukanya, Rizwan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Haji Mulyadi Jayabaya atas penyebutan nama yang menurutnya terjadi dalam kondisi emosi yang tidak terkontrol.
“Secara pribadi dan terbuka ke publik, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Pak Haji Mulyadi Jayabaya karena telah menyebut nama beliau yang memang tidak ada kaitannya dengan konflik tersebut,” ungkap Rizwan.
Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut muncul secara spontan akibat situasi yang memanas saat kejadian, dan menyatakan tidak ada permasalahan pribadi antara dirinya dan JB.
“Ini adalah bentuk evaluasi diri saya. Semoga di kemudian hari tidak ada lagi hal-hal yang mencemarkan nama baik seseorang,” tambahnya.
Rizwan juga memastikan bahwa saat ini pembangunan PLTMH Cikamunding sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) telah kembali berjalan normal. Jalan akses yang dibangun sepanjang 11 kilometer dengan lebar 6 meter itu kini kembali dikerjakan demi kepentingan masyarakat Desa Cikamunding, Desa Cijengkol, dan warga Kecamatan Cilograng secara umum.
“Saya tegaskan, pernyataan ini saya sampaikan dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Fokus utama kita adalah mendukung kelanjutan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Klarifikasi ini diharapkan menjadi akhir dari polemik yang sempat mencuat, sekaligus mengembalikan fokus pada pentingnya menjaga stabilitas dan kelancaran proyek strategis nasional yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Kecamatan Cilograng.
(Anx/Ap)