Gertak.id | INDRAMAYU – Penyakit kronis bukan persoalan yang bisa diabaikan, terlebih bagi kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin dan berkelanjutan. Hipertensi dan diabetes melitus, misalnya, memerlukan pengelolaan yang disiplin agar risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga.
Menyadari pentingnya pendampingan tersebut, Puskesmas Margadadi terus mendorong pelayanan kesehatan melalui kegiatan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). Program ini tidak sekadar menghadirkan aktivitas senam sehat, tetapi juga mengintegrasikan edukasi, konsultasi, serta pemeriksaan kesehatan bagi peserta lansia dengan penyakit kronis.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak seharusnya berhenti pada pemberian obat atau penanganan ketika keluhan muncul. Pengendalian penyakit kronis membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, mulai dari pemantauan kondisi fisik hingga peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan setiap hari.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti Senam Sehat Prolanis sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing. Kegiatan tersebut dilengkapi edukasi kesehatan serta konsultasi bersama tenaga kesehatan, sehingga peserta memiliki kesempatan untuk memahami kondisi kesehatannya dan memperoleh arahan yang sesuai.
Tidak berhenti di situ, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu turut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Pemeriksaan ini membantu memantau kondisi peserta, terutama mereka yang memiliki riwayat hipertensi maupun diabetes melitus, sekaligus menjadi bahan pertimbangan tenaga kesehatan untuk menentukan tindak lanjut apabila diperlukan.
Kepala Puskesmas Margadadi, dr. Hj. Nurkhasanah, M.M., menegaskan bahwa Prolanis merupakan salah satu upaya nyata untuk mendampingi lansia agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dan tidak mengabaikan pengelolaan penyakit kronis.
“Prolanis bukan hanya kegiatan senam bersama. Di dalamnya terdapat edukasi kesehatan, konsultasi, pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan gula darah sewaktu. Semua ini penting agar kondisi kesehatan peserta dapat dipantau dan mereka semakin memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengendalikan penyakitnya,” tegas dr. Hj. Nurkhasanah.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan penyakit kronis tidak hanya bergantung pada pelayanan tenaga kesehatan. Kedisiplinan peserta dalam menjalankan anjuran medis, mengonsumsi obat sesuai resep, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik yang aman, serta memeriksakan kesehatan secara berkala juga memegang peranan penting.
“Kami ingin para lansia tidak hanya datang ketika merasa sakit, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan secara rutin. Dengan pemeriksaan berkala dan pendampingan yang berkesinambungan, kondisi kesehatan dapat dipantau lebih baik. Harapan kami, para peserta tetap aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa penyakit kronis membutuhkan perhatian jangka panjang. Mengabaikan pemeriksaan atau tidak mengikuti anjuran pengobatan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan. Karena itu, edukasi dan pemantauan rutin menjadi bagian penting dalam membantu peserta mengelola penyakitnya secara lebih terarah.
Di sisi lain, kegiatan senam juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi para lansia. Mereka tidak hanya memperoleh manfaat aktivitas fisik, tetapi juga kesempatan untuk bersosialisasi, mempererat silaturahmi, dan membangun semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Puskesmas Margadadi melalui kegiatan Prolanis diharapkan terus memperkuat pelayanan yang humanis, terukur, dan berkesinambungan. Perhatian terhadap lansia tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam pendampingan kesehatan yang konsisten, edukasi yang mudah dipahami, serta tindak lanjut sesuai kebutuhan medis peserta.