Resmi Menarik Diri Dari Calon Ketua DPD II Golkar Halut, Frans Manery Tegaskan Tetap Setia Bersama Golkar.

Photo Author
Johan Rivaldo, Gertakberita.com
- Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Gertak.id Halmahera Utara, 13 Oktober 2026 — Frans Manery secara resmi menyatakan menarik diri dari pencalonan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Halut yang berlangsung di Hotel Marahai Park, Kecamatan Tobelo Tengah, Selasa (13/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Frans dalam pidatonya di hadapan peserta Musda. Keputusan mundur dari bursa pencalonan itu disebut sebagai bagian dari komitmennya terhadap regenerasi kepemimpinan dan keberlanjutan organisasi Partai Golkar di Halmahera Utara.

Frans menegaskan, keputusan tersebut bukan berarti dirinya meninggalkan Partai Golkar. Setelah puluhan tahun berada dalam tubuh partai dan menjalankan berbagai tanggung jawab organisasi, ia menilai sudah saatnya memberikan ruang kepada kader lain untuk melanjutkan kepemimpinan.

“Alangkah piciknya saya kalau saya tidak bisa menciptakan kader baru,” ujar Frans.

Frans mengungkapkan, dirinya telah bergabung dengan Partai Golkar sejak 1984. Dalam perjalanan panjangnya di dunia politik, ia pernah menjalankan tugas kepengurusan di tingkat kecamatan hingga kemudian dipercaya memimpin DPD II Partai Golkar Halmahera Utara selama dua periode.

Menurutnya, pengalaman panjang tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk memberikan kesempatan kepada kader lain. Baginya, regenerasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dan kekuatan organisasi.

Ia juga mengungkapkan pesan Ketua Umum Partai Golkar yang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan sikap pada Musda VI.

“Saya ingat pesan ketum, ‘Om, bisakah ada wajah baru di Halut?’” katanya.

Frans mengakui dirinya masih memiliki peluang untuk kembali memimpin Partai Golkar Halmahera Utara. Namun, ia menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan jabatan, tetapi juga bagaimana seorang kader mampu menciptakan dan mempersiapkan generasi penerus.

“Saya lepas pimpinan DPD, tapi bukan saya lepas Golkar. Ingat itu, catat,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kader serta pihak-pihak yang selama ini memberikan dukungan selama dirinya menjalankan amanah kepemimpinan di Partai Golkar Halmahera Utara.

Frans berharap perbedaan pilihan dalam Musda VI tidak menjadi sumber perpecahan di internal partai. Menurutnya, dinamika dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi, namun soliditas partai harus tetap menjadi prioritas.

“Kita boleh beda pandangan, kita boleh berdebat, tapi Golkar harus tetap solid,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Frans juga mengingatkan pentingnya mempertahankan capaian politik Partai Golkar di Halmahera Utara. Ia menyebut selama ini Golkar telah melahirkan kader-kader yang dipercaya menempati sejumlah posisi strategis, baik di lembaga legislatif maupun pemerintahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Johan Rivaldo

Rekomendasi

Terkini

X