Surat Terbuka untuk Jenderal Listyo Sigit: Beasiswa S2 Jadi Pengabdian, Kini Mahasiswa USU Mohon Dukungan S3

Photo Author
Dedek Wahyudi, Gertakberita.com
- Senin, 5 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Medan,gertak.id  -* Sebuah surat terbuka yang menyentuh publik ditujukan kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Penulisnya adalah *Muhammad Ja'far Hasibuan, NIM 257032012, Mahasiswa S2 Gizi Kesehatan Masyarakat FKM USU Semester 3* dan penulis buku _"Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia - Center Biofar SS: Pemberi Pengobatan Gratis"_.

Surat yang ditulis Jumat, 02 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB itu viral. Isinya bukan sekadar ucapan selamat atas pengukuhan jabatan baru sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan, melainkan kisah transformasi dari seorang anak desa penerima beasiswa menjadi pengabdi masyarakat.

Baca Juga: Apes, Niat Curi Motor 2 Pria di Pekalongan Berakhir Celaka dan Diamankan Warga

*Dari Gerobak Roti ke Bangku S2 FKM USU*

Dalam suratnya, Ja'far Hasibuan mengisahkan perjalanan hidupnya yang berat. Anak kedua dari sepuluh bersaudara yang ditinggal ayah, bekerja sejak kelas 4 SD, mengangkat barang di pasar, hingga merantau ke Medan hanya dengan modal Rp 70 ribu.

Ia menceritakan pernah mendorong gerobak roti sambil menyelipkan catatan pelajaran di saku baju, berdiri di luar toko buku hanya untuk membaca beberapa halaman.

Baca Juga: Nyawa Pengunjung Terancam! Kabel Listrik Terbuka di Pasar Malam Omben Jadi Sorotan

Titik balik hidupnya terjadi saat ia mendapatkan beasiswa penuh S2 Gizi Kesehatan Masyarakat di FKM USU yang ia sebut sebagai uluran tangan dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat masih menjabat Kapolri.

> "Itu bukan sekadar biaya kuliah. Itu adalah kembalinya harga diri seseorang yang hampir kehilangannya. Itu adalah pintu yang terbuka bagi seseorang yang pikir pintu itu sudah tertutup rapat," tulis Ja'far.

*Beasiswa Berbuah Pengabdian Gratis di Desa*

Ja'far menegaskan beasiswa tersebut tidak ia simpan sendiri. Ilmu yang didapat ia kembalikan ke masyarakat.

Ia aktif turun ke desa-desa terpencil yang jauh dari rumah sakit, mengajari ibu-ibu mengolah pangan lokal seperti ubi jalar, temulawak, susu kambing, dan tepung udang menjadi makanan bergizi. Ia juga memberikan edukasi pengobatan sederhana secara gratis melalui Center Biofar SS.

Karya dan pengabdiannya itu dibukukan dan bahkan telah dibedah di Aula G FKM Universitas Indonesia, dihadiri ratusan peserta luring dan ribuan daring.

*Mohon Jalan untuk S3: Bukan untuk Gelar, Tapi untuk Pengabdian*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Dedek Wahyudi

Rekomendasi

Terkini

X