Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi permukaan kolam masih terlihat keruh dan kotor. Material yang diduga berupa minyak dan lemak juga terlihat di bagian permukaan penampungan.
Perbedaan antara keterangan mengenai pengurasan dengan kondisi visual di lapangan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diverifikasi lebih lanjut oleh instansi terkait.
SPPG Sudah Beroperasi 11 Bulan
SPPG Senyum Sehat diketahui telah beroperasi sekitar 11 bulan dan melayani kurang lebih 2.900 penerima manfaat setiap hari.
Saat awak media melakukan pemantauan, Kepala SPPG Puji tidak berada di lokasi. Awak media kemudian ditemui oleh Aslap SPPG, Anggi.
Ketika ditanya mengenai Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Anggi menyampaikan bahwa SPPG tersebut telah memiliki sertifikat. Menurutnya, proses sertifikasi tersebut baru selesai sekitar satu bulan terakhir.
Status dan dokumen SLHS tersebut selanjutnya perlu diverifikasi kepada instansi penerbit untuk memastikan kesesuaian antara dokumen, persyaratan sanitasi dan kondisi aktual di lapangan.
Warga Ikut Mengeluhkan Kondisi Saluran
Sorotan terhadap sistem limbah juga muncul dari lingkungan sekitar.
Sejumlah warga yang berada di belakang masjid disebut mengeluhkan kondisi air limbah dari saluran yang berada di sekitar dapur SPPG.
Keluhan tersebut menjadi perhatian karena pengelolaan limbah dapur dalam program MBG tidak hanya berkaitan dengan kapasitas penampungan, tetapi juga bagaimana air buangan dikelola sebelum dialirkan ke lingkungan.
Pengawasan SPPG Jadi Sorotan
Selain persoalan limbah, mekanisme pengawasan terhadap operasional SPPG di wilayah Kecamatan Bodeh juga menjadi perhatian.
Informasi yang diperoleh menyebutkan Kepala SPPG Puji juga menjalankan peran sebagai Korcam SPPG Kecamatan Bodeh.
Hal tersebut perlu diperjelas agar mekanisme pengawasan, koordinasi dan pembagian kewenangan dalam operasional SPPG dapat diketahui secara transparan.