Gertak.id | INDRAMAYU – Ada cara berbeda yang dilakukan SMPN 4 Sindang untuk membangun kedekatan dengan para siswanya. Bukan sekadar memberikan arahan dari ruang kepala sekolah, Kepala SMPN 4 Sindang Ana Rohdiana, M.Pd., justru hadir langsung ke kelas melalui program One Week One Class.
Program tersebut menjadi ruang dialog antara kepala sekolah dan siswa. Dalam suasana yang lebih dekat dan terbuka, siswa diberikan kesempatan untuk berbagi cerita, menyampaikan kebutuhan, hingga mengungkapkan berbagai hal yang mereka rasakan selama berada di lingkungan sekolah.
Bagi Ana Rohdiana, mendidik bukan hanya tentang menyampaikan materi maupun memberikan aturan. Lebih dari itu, sekolah harus mampu menjadi tempat bagi siswa untuk didengar, dipahami dan diarahkan.
“Kita tidak hanya ingin siswa mendengar apa yang disampaikan sekolah. Kita juga ingin mendengar apa yang mereka rasakan, apa yang mereka butuhkan dan apa yang menjadi persoalan mereka,” ujar Ana Rohdiana.
Menurutnya, komunikasi dua arah menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa. Dengan membuka ruang dialog, pihak sekolah dapat memahami dinamika yang terjadi di setiap kelas sekaligus memberikan pembinaan secara lebih tepat.
One Week One Class juga menjadi langkah untuk menghilangkan jarak antara pimpinan sekolah dengan siswa. Kepala sekolah hadir bukan hanya sebagai pemegang kebijakan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan dan pendampingan siswa.
“Ketika siswa merasa didengar, mereka akan lebih berani menyampaikan pendapat. Dari situlah kita bisa membangun rasa percaya, tanggung jawab dan kebersamaan,” katanya.
Dalam sesi tersebut, siswa didorong untuk tidak sekadar menjadi penerima arahan, tetapi ikut mengambil bagian dalam menciptakan suasana kelas yang nyaman, disiplin dan saling menghargai.
Program ini sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi sekolah untuk melihat kebutuhan masing-masing kelas secara lebih dekat. Setiap cerita dan masukan siswa menjadi bagian dari proses pembinaan yang terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ana menegaskan, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian dan kebersamaan harus dibangun melalui interaksi nyata antara sekolah dan siswa.
“Kita ingin tumbuh bersama. Sekolah memberikan arahan, siswa menyampaikan apa yang mereka rasakan, lalu kita mencari jalan keluarnya bersama. Itulah semangat One Week One Class,” tegasnya.
Melalui program tersebut, SMPN 4 Sindang menunjukkan bahwa membangun sekolah yang positif tidak hanya berbicara tentang prestasi akademik. Ada proses mendengar, memahami dan mendampingi siswa agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan percaya diri.
One Week One Class pun menjadi ruang kecil dengan makna besar: satu kelas, satu ruang untuk berbagi, didengar dan tumbuh bersama.