Dindik Lebak Dorong Pelestarian Budaya, Bahasa Sunda Jadi Fokus Dalam FTBI 2026

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Senin, 28 September 2026 | 19:19 WIB
FTBI Lebak 2026 Digelar, Pelajar SD dan SMP Ikuti Lomba Bahasa Sunda./Dok.DindikLebak
FTBI Lebak 2026 Digelar, Pelajar SD dan SMP Ikuti Lomba Bahasa Sunda./Dok.DindikLebak

GERTAK.ID, LEBAK - Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD dan SMP tingkat Kabupaten Lebak kembali digelar untuk memperkuat penggunaan bahasa Sunda di kalangan pelajar. Kegiatan berlangsung pada 25–26 September 2026 di Gedung PGRI Lebak dan SMPN 6 Rangkasbitung.

FTBI tahun ini menghadirkan tujuh jenis perlombaan yang diikuti peserta didik jenjang SD dan SMP. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak dan Kantor Bahasa Provinsi Banten dalam pelestarian bahasa daerah.

Ketua Panitia FTBI Lebak, Usep Saepullah, mengatakan tujuh perlombaan disiapkan dalam pelaksanaan FTBI tahun ini. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Dinas Pendidikan, Kantor Bahasa Provinsi Banten, dan pihak sekolah.

“Dalam kegiatan ini ada tujuh lomba. Kami mengapresiasi kontribusi Dinas Pendidikan, Kantor Bahasa Provinsi Banten, dan pihak sekolah yang telah mendukung pelaksanaan FTBI,” ujar Usep.

Dalam kesempatan tersebut, rangkaian pembukaan diisi dengan pemasangan pin golok kepada para undangan naratama. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari bertema padi dari siswa SMPN 2 Sobang dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten menyampaikan bahwa penggunaan bahasa daerah menunjukkan tren penurunan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pengajaran bahasa Sunda di lingkungan sekolah.

Menurutnya, sekolah dapat menjadi ruang untuk menjaga keberlangsungan bahasa, sastra, dan budaya Sunda di Kabupaten Lebak.

“Pengajaran bahasa Sunda dapat dilakukan di sekolah agar bahasa, sastra, dan budaya Sunda di Lebak tetap lestari. Jangan sampai hilang bahasa, hilang pula bangsa. Jangan malu berbahasa Sunda,” pesannya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Dodi Irawan mengapresiasi pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan FTBI. Ia menyebut pelestarian budaya juga dapat dikembangkan melalui potensi warisan leluhur yang dimiliki masyarakat Lebak.

“Harapannya, FTBI ini dapat mendukung bidang pariwisata. Selama ini kita selalu mengunggulkan sumber daya alam, tetapi potensi warisan leluhur juga perlu digali,” ujar Dodi.

Lebih lanjut, Dodi menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak memiliki program Geulis atau Gerakan Lestari Budaya Sunda. Salah satu bentuk kegiatannya ialah Gerakan Rabu Nyunda yang mendorong penggunaan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan ini untuk menghidupkan budaya Sunda agar tidak hilang,” ujarnya.

Selanjutnya, rangkaian FTBI akan berlanjut ke tingkat Provinsi Banten. Berdasarkan informasi Kantor Bahasa Provinsi Banten, FTBI tingkat provinsi untuk bahasa Sunda dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober 2026 di Gedung PGRI Kabupaten Lebak.

Adapun tujuh kategori yang dilombakan pada tingkat provinsi meliputi cerpen, puisi, dongeng, pidato, lagu daerah, komedi tunggal, dan aksara Sunda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X