Jalan Rabat Beton 1.350 Meter di Kampung Palendeng Rampung Dibangun Swadaya

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 23 September 2026 | 14:32 WIB
Potret Warga Palendeng saat Meresmikan Jalan Hasil Swadaya Masyarakat./Dok.Gertak.id
Potret Warga Palendeng saat Meresmikan Jalan Hasil Swadaya Masyarakat./Dok.Gertak.id

LEBAK, GERTAK.ID - Warga Kampung Palendeng, Desa Sindangwangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten, menggelar syukuran setelah pembangunan jalan rabat beton di Jalan Poros Desa Gunung Kantong–Kampung Palendeng rampung secara swadaya, Rabu (23/9/2026).

Jalan yang dibangun melalui gotong royong masyarakat tersebut memiliki panjang 1.350 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Pengerjaannya berlangsung kurang lebih tiga bulan hingga seluruh pekerjaan selesai.

Syukuran dihadiri Ketua Panitia Pembangunan Ustadz Asep Sunardin, Koordinator Lapangan Agus Kusni, Bendahara Nahrowi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Kampung Palendeng.

Ketua Panitia Pembangunan Ustadz Asep Sunardin menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan sekaligus mengapresiasi dukungan masyarakat selama proses pengerjaan.

Asep juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila selama menjalankan tugas sebagai panitia terdapat kesalahan atau kekurangan.

“Kami sebagai panitia ingin memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila selama masa pembangunan ada kesalahan atau kekurangan dari kami. Kemudian, apabila ada uang pribadi kami yang terpakai untuk keperluan pembangunan, kami juga memohon kepada masyarakat agar dapat mengikhlaskannya. Semua yang kami lakukan semata-mata untuk kepentingan dan kelancaran pembangunan jalan ini,” ujar Asep Sunardin.

Menurutnya, pembangunan dapat diselesaikan berkat kebersamaan dan gotong royong warga. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga serta merawat jalan yang telah dibangun.

“Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan gotong royong seluruh warga, pembangunan jalan ini akhirnya dapat diselesaikan. Mudah-mudahan hasilnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat jalan ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang panjang,” tambahnya.

Asep berharap semangat gotong royong yang terbentuk selama pembangunan tetap dipertahankan setelah pekerjaan jalan selesai. Menurutnya, kebersamaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga hasil pembangunan.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Agus Kusni mengapresiasi partisipasi warga selama proses pembangunan berlangsung. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada ibu-ibu dan bapak-bapak yang terus memberikan dukungan selama pengerjaan sekitar tiga bulan.

“Saya sangat mengapresiasi ibu-ibu dan bapak-bapak warga Palendeng yang tidak mengenal kata lelah dan tetap semangat selama proses pembangunan. Pada akhirnya, selesai juga tujuan dan perjuangan kita selama ini, yaitu ingin mempunyai jalan yang bagus dan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” kata Agus Kusni.

Agus menegaskan pembangunan jalan tersebut merupakan hasil perjuangan bersama seluruh warga.

“Ini bukan hasil perjuangan satu atau dua orang, tetapi hasil kebersamaan seluruh warga. Karena itu, mari kita jaga jalan ini bersama-sama agar tetap bisa digunakan dan memberikan manfaat untuk kita semua,” ungkapnya.

Selanjutnya, rangkaian syukuran dilanjutkan dengan doa bersama yang diikuti panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga yang hadir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X