Gertak.id Halmahera Utara — Kursus Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri (KKPD) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) resmi berakhir.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta untuk memaparkan capaian kinerja, inovasi, serta berbagai kebijakan pembangunan yang telah dilaksanakan di daerah masing-masing.
Dalam sesi presentasi pada kegiatan penutupan, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, tampil memaparkan berbagai capaian pembangunan dan strategi pemerintah daerah yang dinilai selaras dengan arah kebijakan nasional. (Jakarta, 11/9/2026)
Dari sejumlah peserta KKPD Tahun 2026, Kabupaten Halmahera Utara mendapat perhatian dan apresiasi dari tim penguji Lemhanas atas sejumlah capaian yang dinilai menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah pertumbuhan ekonomi Halmahera Utara yang mencapai 11,05 persen.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, pertumbuhan ekonomi Halmahera Utara mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya berada pada angka minus 0,10 persen menjadi 11,05 persen.
Capaian tersebut disebut menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah.
Selain pertumbuhan ekonomi, terdapat sejumlah indikator utama yang menjadi perhatian dalam penilaian terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
Pertama, keselarasan dengan perencanaan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran.
Berbagai program prioritas pembangunan di Halmahera Utara diarahkan untuk mendukung agenda nasional, antara lain melalui penguatan ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kebijakan tersebut dinilai menunjukkan upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam menyelaraskan pembangunan daerah dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Kedua, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 11,05 persen menjadi salah satu indikator utama yang dipaparkan Bupati Piet Hein Babua. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah sektor strategis, termasuk pertambangan serta pengembangan dan hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Ketiga, kemampuan melakukan inovasi di tengah keterbatasan fiskal.