PPTC Sukses Gelar Nobar Film “Sang Saka Merah Putih” di Tapos Caang Kecamatan Muncang

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:19 WIB
Keterangan Foto: Moment Para Penggagas dan Panitia Nobar Film "Sang Saka Merah Putih" foto bersama usai acara selesai di Kampung Tapos Caang, Selasa (18/8/26)./Dok.Gertak.id
Keterangan Foto: Moment Para Penggagas dan Panitia Nobar Film "Sang Saka Merah Putih" foto bersama usai acara selesai di Kampung Tapos Caang, Selasa (18/8/26)./Dok.Gertak.id

GERTAK.ID, LEBAK - Ratusan warga memadati Alun-Alun Kampung Tapos Caang, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Senin malam, 17 Agustus 2026. Mereka datang untuk menyaksikan pemutaran film dokumenter “Sang Saka Merah Putih”, karya Paguyuban Pemuda Tapos Caang (PPTC), yang digelar bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan nonton bareng (nobar) yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB itu berlangsung semarak, aman, dan tertib. Warga dari Kampung Tapos Caang, Desa Ciminyak, Desa Cikarang hingga sejumlah wilayah lain di Kecamatan Muncang tampak memenuhi area yang disiapkan panitia.

Antusiasme tersebut sekaligus menunjukkan tingginya rasa ingin tahu masyarakat terhadap karya yang lahir dari kreativitas pemuda setempat. Terlebih, proses pembuatannya melibatkan anak-anak muda dan masyarakat sekitar yang sebagian besar masih belajar dalam produksi audiovisual.

Sejumlah unsur pemerintahan dan keamanan turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Kapolsek Muncang IPTU Deni Kusnadi yang mewakili Kapolres Lebak, Camat Muncang Endih Sunardi, S.Sos., jajaran Kecamatan Muncang, unsur Koramil Muncang, para kepala desa se-Kecamatan Muncang, serta masyarakat.

Di balik kemeriahan malam itu, terdapat proses panjang yang dijalani para pemuda Tapos Caang dengan kemampuan dan fasilitas yang mereka miliki. Ketua Panitia sekaligus salah satu penggagas kegiatan, Rudi, mengatakan ide pembuatan film berangkat dari keinginan sederhana untuk mencoba menghasilkan karya sendiri.

“Semangat kami sebenarnya sederhana, ingin mencoba berkarya. Kami masih belajar, belum profesional dan tentu masih banyak kekurangan. Dengan kondisi dan fasilitas seadanya, kami berusaha membuat sebuah film yang bisa dinikmati masyarakat sekaligus menjadi pengalaman bagi anak-anak muda di Tapos Caang,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, keterbatasan fasilitas justru menjadi bagian dari proses belajar. Para pemuda terlibat mulai dari menentukan konsep, menyiapkan pemeran, melakukan pengambilan gambar hingga mempersiapkan karya tersebut untuk ditonton masyarakat.

Karena itu, pengalaman selama produksi menjadi bagian penting yang tidak kalah berharga dibandingkan hasil akhir film. Bagi mereka, proses tersebut merupakan kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghasilkan sebuah karya.

“Yang paling penting bagi kami bukan soal apakah film ini sudah sempurna atau belum. Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda di daerah juga bisa mencoba berkarya. Kalau hari ini masih belajar dan hasilnya masih sederhana, mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik,” katanya.

Adapun film “Sang Saka Merah Putih” dikemas dalam bentuk dokumenter dengan cerita yang berkaitan dengan perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. Kisahnya mengangkat keberadaan sebuah bendera Merah Putih yang dikeramatkan dan disebut menjadi bagian dari warisan leluhur seorang pejuang pada masa sebelum Indonesia merdeka.

Pemilihan tema tersebut sengaja disesuaikan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Melalui medium film, para pemuda mencoba membawa cerita tentang Merah Putih dan perjuangan lebih dekat dengan generasi muda.

“Film ini kami buat dengan tema dokumenter tentang cerita kemerdekaan. Ada kisah tentang Merah Putih, perjuangan dan bagaimana sebuah bendera menjadi bagian dari cerita yang diwariskan. Kami ingin mengemas cerita tersebut dalam bentuk film supaya pesan tentang kemerdekaan bisa disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan anak muda,” jelasnya.

Karya tersebut kemudian mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang hadir. Salah satunya datang dari jajaran Kepolisian Resor Lebak. Kapolsek Muncang IPTU Deni Kusnadi mengatakan dirinya hadir mewakili Kapolres Lebak yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Saya Kapolsek Muncang mewakili Ibu Kapolres Lebak yang tidak bisa hadir. Beliau menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pemuda Tapos Caang. Ini kegiatan positif, kreatif dan memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berkarya,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X