PONTIANAK — Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai kunjungan sejumlah awak media ke kediaman mantan Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M.Med.Ph, di Kota Pontianak.
Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi yang berlangsung sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam bagi para awak media yang hadir. Di tengah kondisi kesehatan beliau yang sedang kurang baik, dr. Jarot Winarno tetap menyambut kedatangan para tamu dengan ramah, hangat dan penuh rasa kekeluargaan.
Senyum, sapaan dan suasana santai langsung terasa ketika rombongan awak media tiba di kediaman beliau. Tidak tampak adanya jarak antara seorang mantan kepala daerah dengan para insan pers. Sebaliknya, pertemuan berlangsung cair dan penuh keakraban, layaknya pertemuan antara sahabat dan keluarga yang sudah lama saling mengenal.
Meskipun kondisi kesehatan beliau saat ini tidak sebaik ketika masih aktif menjalankan tugas pemerintahan, semangat untuk menerima tamu dan berbagi cerita tetap terlihat. Sikap tersebut menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi awak media yang hadir.
Dalam suasana santai sambil menikmati secangkir kopi, perbincangan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Berbagai hal menjadi bahan pembicaraan, mulai dari pengalaman selama menjalankan pemerintahan, perkembangan daerah, kehidupan masyarakat hingga berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Sosok dr. Jarot Winarno dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman tersebut membuat setiap pembicaraan yang disampaikan terasa memiliki makna, terutama ketika beliau berbagi pandangan mengenai bagaimana seorang pemimpin seharusnya menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari pengabdiannya.
Bagi awak media, pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Ada nilai silaturahmi yang jauh lebih penting, yakni menjaga hubungan baik dengan para tokoh daerah serta mendengarkan langsung pandangan dan pengalaman mereka.
Sikap ramah dan bersahaja yang ditunjukkan dr. Jarot Winarno juga menjadi pelajaran tersendiri. Meski pernah memimpin Kabupaten Sintang sebagai kepala daerah, beliau tetap menunjukkan kerendahan hati dalam menerima siapa saja yang datang bersilaturahmi.
Tidak ada kesan menjaga jarak atau memperlihatkan status sebagai mantan pejabat. Justru suasana yang tercipta begitu sederhana dan hangat. Para awak media dapat berbincang secara terbuka, santai dan penuh rasa hormat.
Dalam pertemuan tersebut, sosok dr. Jarot juga terlihat tetap memiliki perhatian terhadap perkembangan daerah. Pengalaman sebagai mantan kepala daerah membuat pandangan dan nasihat yang disampaikan menjadi bagian penting dari perbincangan.
Bagi seorang insan pers, bertemu langsung dengan tokoh yang pernah berada di garis depan pemerintahan merupakan kesempatan berharga. Banyak pengalaman, pemikiran dan nilai kehidupan yang dapat dipetik dari perjalanan seorang pemimpin.
Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan antara media dan para tokoh masyarakat tidak hanya sebatas kepentingan pemberitaan. Lebih dari itu, hubungan tersebut dapat dibangun melalui komunikasi, silaturahmi dan rasa saling menghargai.
Awak media yang hadir juga menyampaikan rasa hormat dan doa agar dr. Jarot Winarno diberikan kesehatan, kekuatan serta kemudahan dalam menjalani masa pemulihan. Meski sedang dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, keramahan dan ketulusan beliau dalam menerima tamu menjadi kenangan tersendiri bagi seluruh rombongan.
Pertemuan tersebut akhirnya menjadi sebuah silaturahmi yang sederhana tetapi penuh makna. Dari ruang tamu kediaman di Pontianak itu, terlihat bahwa jabatan boleh berakhir, masa pemerintahan boleh berganti, tetapi hubungan baik, persahabatan dan keteladanan tetap dapat dikenang.
Bagi awak media, sosok dr. H. Jarot Winarno bukan hanya seorang mantan kepala daerah, tetapi juga bagian dari perjalanan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Sintang yang memiliki pengalaman serta pemikiran yang patut dihargai.
“Jabatan boleh selesai, tetapi pengabdian dan keteladanan akan selalu dikenang.”
Kalimat tersebut menjadi gambaran sederhana dari suasana kunjungan awak media ke kediaman dr. H. Jarot Winarno. Di tengah kondisi kesehatan yang sedang beliau jalani, keramahan, kesederhanaan dan kebijaksanaan tetap terpancar.
Semoga silaturahmi yang terjalin tersebut terus terjaga dan menjadi bagian dari hubungan baik antara insan pers dengan para tokoh daerah. Semoga pula dr. H. Jarot Winarno senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan umur panjang sehingga masih dapat terus berbagi pengalaman, pemikiran serta nasihat untuk kemajuan masyarakat dan daerah.
Kunjungan yang singkat, namun meninggalkan kesan yang panjang. Sebuah silaturahmi yang mengajarkan bahwa keteladanan seorang pemimpin tidak berhenti ketika masa jabatan berakhir,
melainkan terus hidup melalui sikap, tutur kata, keramahan dan pengabdian yang pernah diberikan kepada masyarakat.
Jurnalis Effendy