Gertak.id | INDRAMAYU — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan melalui Lomba Ketangkasan Pemadam Kebakaran (Damkar). Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan juara, tetapi menjadi ajang menguji kesiapsiagaan, kecepatan, ketepatan, kedisiplinan, dan kekompakan personel dalam menghadapi situasi darurat.
Lomba ketangkasan tersebut memiliki makna penting bagi peningkatan profesionalisme petugas Damkar. Setiap peserta dituntut mampu bekerja cepat dan terukur, sekaligus menunjukkan koordinasi tim yang solid dalam menjalankan berbagai tantangan yang diberikan.
Kabid Damkar, Jajat mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kemampuan personel agar semakin siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
“Lomba ketangkasan ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mengasah kemampuan, kecepatan, ketepatan, disiplin, dan kekompakan personel Damkar. Sebab ketika bertugas di lapangan, setiap detik sangat berharga dan setiap tindakan harus dilakukan secara cepat serta tepat demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tugas pemadam kebakaran bukan hanya menangani kebakaran, tetapi juga berkaitan erat dengan misi kemanusiaan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, kemampuan teknis maupun mental personel harus terus ditingkatkan.
“Kami ingin momentum HUT RI ke-81 ini menjadi pemacu bagi seluruh personel untuk semakin profesional dan solid. Tugas Damkar adalah tugas kemanusiaan, sehingga kemampuan personel harus terus diasah agar ketika masyarakat membutuhkan, kami benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Dalam perlombaan, kecepatan bukan menjadi satu-satunya ukuran. Ketepatan penggunaan peralatan, komunikasi antaranggota, koordinasi, disiplin, serta kemampuan menyelesaikan setiap tahapan secara terukur menjadi bagian penting yang menunjukkan kualitas sebuah regu.
Hal tersebut mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Ketika terjadi kebakaran maupun keadaan darurat, petugas tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir panjang. Keputusan harus diambil dengan cepat, namun tetap berdasarkan prosedur dan keselamatan.
Karena itu, latihan dan kompetisi seperti ini menjadi ruang evaluasi bagi personel. Setiap kekurangan yang ditemukan dapat menjadi bahan pembenahan agar kemampuan petugas semakin matang ketika menghadapi situasi sebenarnya.
Lebih jauh, kegiatan tersebut juga memperkuat jiwa korsa dan semangat gotong royong. Tidak ada satu pun personel yang dapat bekerja sendiri dalam operasi penyelamatan. Keberhasilan ditentukan oleh kekompakan seluruh anggota dan kemampuan membangun komunikasi yang efektif.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai perjuangan kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan, yakni keberanian, persatuan, pengorbanan, dan pengabdian untuk kepentingan masyarakat.
Peringatan HUT RI ke-81 melalui lomba ketangkasan Damkar pun menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata. Profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk pengabdian yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi.
Pada akhirnya, lomba ini bukan hanya tentang siapa yang tercepat atau siapa yang membawa pulang piala. Lebih dari itu, terdapat pesan besar bahwa setiap detik dalam tugas Damkar dapat menentukan keselamatan seseorang.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh personel semakin terlatih, semakin solid, dan semakin siap menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.