GERTAK.ID, LEBAK - Derap langkah anak-anak sekolah dasar terdengar di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Di antara barisan peserta yang memeriahkan perlombaan gerak jalan, terdapat 22 siswa-siswi kelas VI SDN 1 Maraya yang tampil membawa nama sekolah dengan semangat dan kekompakan. Kamis (13/8/26)
Bagi para siswa tersebut, keikutsertaan dalam perlombaan bukan sekadar berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan. Ada pengalaman, keberanian, sekaligus proses belajar yang berlangsung di sepanjang perjalanan. Sebab, untuk dapat berjalan dalam satu barisan, mereka harus belajar mendengarkan aba-aba, menjaga jarak, menyesuaikan langkah dan memastikan tidak ada teman yang tertinggal.
Dengan mengenakan pakaian bernuansa merah putih, para siswa tampil dalam suasana penuh antusias. Wajah-wajah mereka menunjukkan kegembiraan sekaligus keseriusan untuk memberikan penampilan terbaik. Di sisi lain, empat guru pembimbing terus mendampingi, memberikan arahan dan menyemangati para siswa agar tetap percaya diri hingga kegiatan selesai.
Bagi SDN 1 Maraya, momen tersebut menjadi kesempatan untuk membawa pembelajaran keluar dari ruang kelas. Nilai kedisiplinan dan kerja sama yang selama ini dikenalkan melalui proses pendidikan, kali ini mereka praktikkan secara langsung dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak sekolah dan masyarakat.
Kepala SDN 1 Maraya, Ahmad Soleh, mengatakan keikutsertaan para siswa dalam perlombaan gerak jalan merupakan bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman positif kepada peserta didik. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui pengalaman sosial yang membentuk karakter anak.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas. Melalui kegiatan gerak jalan ini, mereka belajar disiplin, kekompakan, tanggung jawab dan keberanian tampil di depan masyarakat. Yang paling penting bagi kami adalah mereka menikmati proses dan mendapatkan pengalaman yang positif,” ujar Ahmad Soleh.
Menurut dia, momentum peringatan kemerdekaan juga menjadi ruang yang tepat untuk menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda. Nilai-nilai tersebut, kata Ahmad, perlu diperkenalkan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak-anak agar tidak berhenti sebagai teori.
Karena itu, keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan dipandang sebagai bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga belajar mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang positif, kreatif dan membangun kebersamaan.
“Semangat kemerdekaan harus terus dikenalkan kepada anak-anak. Mereka adalah generasi penerus. Dengan mengikuti kegiatan seperti ini, mereka belajar bahwa kemerdekaan juga harus diisi dengan kegiatan positif, kebersamaan dan prestasi,” katanya.
Dalam prosesnya, peran guru pembimbing menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan para siswa. Empat guru mendampingi sejak persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Mereka bukan hanya memastikan barisan berjalan sesuai arahan, tetapi juga menjadi penyemangat ketika anak-anak mulai lelah atau kehilangan konsentrasi.
Salah seorang guru pembimbing, Pipit, mengatakan antusiasme para siswa terlihat sejak persiapan mengikuti kegiatan. Meski masih berusia sekolah dasar dan memiliki karakter yang berbeda-beda, mereka berusaha belajar menjaga kekompakan sebagai satu kelompok.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Memang tidak mudah membuat satu barisan yang terdiri dari banyak anak bisa berjalan dengan kompak. Tetapi justru dari proses itu mereka belajar untuk saling mendengarkan, mengikuti arahan dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujar Pipit.
Lebih dari itu, Pipit melihat kegiatan tersebut sebagai kesempatan bagi siswa untuk membangun keberanian. Berdiri di tengah keramaian dan mengikuti perlombaan yang disaksikan masyarakat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan kegiatan sehari-hari di sekolah.
Karena itu, para guru tidak menempatkan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Bagi mereka, keberanian anak-anak untuk tampil, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mampu menjaga kebersamaan merupakan capaian yang juga patut diapresiasi.
Artikel Terkait
SDN 1 Maraya Gelar Kelulusan dan Kenaikan Kelas Tanpa Perayaan, Utamakan Kebersamaan dan Kesederhanaan
Hari Pertama Sekolah, SDN 1 Maraya Sajira Gelar MPLS Ramah bagi Siswa Baru
Rangkaian HUT ke-81 RI di Kecamatan Sajira Berlangsung Semarak, Ini Agenda Perlombaan hingga 17 Agustus
Pramuka Kwarran Sajira Gelar LT II 2026, Asah Keterampilan dan Kekompakan Peserta