GERTAK.ID, LEBAK - Posyandu Dahlia di Desa Cireundeu, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, menjadi salah satu lokasi kunjungan lapangan dan penilaian Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung Senin (10/8/2026) tersebut tidak sekadar menjadi ajang penilaian, tetapi juga momentum untuk melihat sejauh mana Posyandu mampu bertransformasi dari layanan yang selama ini identik dengan kesehatan ibu dan anak menjadi pusat pelayanan dasar masyarakat yang lebih terintegrasi.
Penilaian mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) menuju pelayanan dasar yang terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan.”
Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, turut hadir dalam kunjungan tersebut. Kehadiran tim penilai diharapkan dapat memberikan gambaran sekaligus dorongan bagi kader dan pemerintah desa untuk terus memperkuat pelayanan Posyandu sesuai kebutuhan masyarakat.
“Posyandu sekarang memiliki peran yang jauh lebih luas. Bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi menjadi bagian penting dalam mendekatkan berbagai pelayanan dasar kepada masyarakat. Karena itu, yang kita dorong bukan sekadar kelengkapan administrasi, melainkan bagaimana pelayanan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Tinawati
Menurutnya, keberhasilan transformasi Posyandu sangat bergantung pada keterlibatan kader, pemerintah desa, tenaga pelayanan, serta masyarakat. Posyandu juga dituntut mampu menyesuaikan program dengan persoalan yang dihadapi warga di wilayah masing-masing.
“Kader adalah ujung tombak karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat. Posyandu harus mampu membaca kebutuhan warga, membangun koordinasi dengan berbagai sektor, dan memastikan pelayanan dasar tidak berhenti pada kegiatan rutin, tetapi terus berkembang dan menjawab persoalan di lapangan,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Desa Cireundeu untuk memperlihatkan berbagai pelayanan dan inovasi yang dikembangkan Posyandu Dahlia kepada tim penilai tingkat Provinsi Banten.
Sementara itu, Camat Cilograng, Tatang Kusmana, S.KM., M.Si., mengatakan penilaian tingkat provinsi menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat.
“Bagi kami, penilaian ini bukan semata-mata tentang mendapatkan hasil terbaik, tetapi menjadi ruang evaluasi. Apa yang sudah berjalan baik harus dipertahankan, sementara kekurangan yang ditemukan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan Posyandu di Cilograng semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” kata Tatang
Ia menambahkan, transformasi Posyandu membutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader, tenaga pelayanan dan unsur masyarakat perlu bekerja dalam satu arah agar enam bidang pelayanan dasar dapat berjalan secara optimal.
“Kuncinya adalah kolaborasi. Posyandu tidak mungkin bekerja sendiri. Ketika pemerintah desa, kader dan seluruh unsur terkait memiliki komitmen yang sama, pelayanan dasar bisa lebih cepat menjangkau masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir TP PKK Kabupaten Lebak Ny. Belia Asyidiki Hasbi Jayabaya, TP PKK Kecamatan Cilograng Ny. Ana Tatang Kusmana, para kepala desa se-Kecamatan Cilograng, Ketua PGRI Cilograng serta sejumlah tamu undangan.
Transformasi Posyandu melalui enam SPM menjadi bagian dari upaya memperluas fungsi Posyandu agar mampu mendukung pemenuhan pelayanan dasar masyarakat secara lebih menyeluruh.
Artikel Terkait
Bupati Lebak Resmi Buka Bakti Sosial HLUN 2026 di Kecamatan Cilograng, Hadirkan Beragam Layanan dan Bantuan Sosial
Aparatur Kecamatan Cilograng Kompak Gelar KORVE JUMSIH, Camat: Pelayanan Berkualitas Berawal dari Lingkungan Bersih
Sambut HUT RI Ke-81, Kecamatan Cilograng Siapkan Beragam Lomba dan Turnamen Sepak Bola Berhadiah Sapi
Wujud Kepedulian, Camat Cilograng Pimpin Langsung Penyaluran Donasi bagi Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya