GERTAK.ID, LEBAK - Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menegaskan pentingnya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan sebagai langkah utama dalam mengurangi risiko bencana. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanggulangan Bencana bertema "Kolaborasi dan Gotong Royong melalui Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana" di Kawasan Agrowisata Cikapek, Kecamatan Leuwidamar, Selasa (28/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut diikuti unsur perangkat daerah, instansi vertikal, Forkopimcam, serta berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, menyelaraskan strategi penanggulangan bencana, sekaligus memetakan sumber daya yang dimiliki agar penanganan bencana di Kabupaten Lebak dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
Kabupaten Lebak sendiri merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi berbagai ancaman bencana, mulai dari banjir, tanah longsor hingga gempa bumi. Karena itu, penguatan mitigasi dan koordinasi lintas sektor dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Dalam arahannya, Amir Hamzah menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan komitmen seluruh pihak. Menurutnya, keberhasilan penanganan bencana tidak hanya ditentukan saat kondisi darurat, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan kesiapsiagaan yang dilakukan sejak dini.
Mengawali penjelasannya, Amir menekankan bahwa tahapan paling mendasar dalam penanggulangan bencana adalah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat.
"Tahap pertama adalah penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan. Penanggulangan bencana yang efektif dimulai jauh sebelum bencana terjadi melalui upaya pencegahan, edukasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Selanjutnya, ia menjelaskan pentingnya respons cepat dan terpadu ketika bencana terjadi agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
"Tahap kedua adalah tanggap darurat, yaitu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terpadu ketika bencana terjadi, dengan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama.
Amir menambahkan, setelah fase tanggap darurat, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan juga harus memastikan proses pemulihan berjalan secara tangguh agar masyarakat dapat segera bangkit.
"Sedangkan tahap ketiga adalah pemulihan dan rekonstruksi pascabencana yang tangguh agar masyarakat dapat segera bangkit kembali," ujar Amir Hamzah.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi mampu menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat penanganan darurat, hingga mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Lebak.
Rapat koordinasi itu turut dihadiri Ketua Tim Geofisika Balai Besar Wilayah II Badan Geologi Kementerian ESDM, unsur Forkopimcam Kecamatan Leuwidamar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Plt Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.
Artikel Terkait
Camat Leuwidamar, Kapolsek, dan Danramil Hadiri Santunan 71 Anak Yatim di Desa Cisimeut Induk
Camat Leuwidamar Pastikan Layanan Posyandu dan CKG Berjalan Optimal di Sangkanwangi
Anggaran Rp1,9 Miliar, Ini Daftar 18 Kelompok Tani Penerima Jalan Usaha Tani 2026 di Lebak
Kecamatan Muncang Kirim Perwakilan ke Jambore Anak Lebak 2026
BPKH Serahkan Ambulans untuk PKM Gunungkencana, Bupati Lebak: Permudah Akses Layanan Kesehatan