Hari Pertama Sekolah, SDN 1 Maraya Sajira Gelar MPLS Ramah bagi Siswa Baru

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Senin, 13 Juli 2026 | 09:02 WIB
Keterangan Foto: Suasana MPLS Ramah hari pertama sekolah di SDN 1 Maraya, Kecamatan Sajira.(Dok. Agun/Gertak.id)
Keterangan Foto: Suasana MPLS Ramah hari pertama sekolah di SDN 1 Maraya, Kecamatan Sajira.(Dok. Agun/Gertak.id)

GERTAK.ID, LEBAK - Ribuan siswa di Kabupaten Lebak mengawali tahun ajaran 2026/2027 dengan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh jenjang pendidikan sebagai tahap awal adaptasi bagi peserta didik baru.

Pelaksanaan MPLS mengacu pada panduan resmi yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program tahunan ini bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, guru, tenaga kependidikan, teman sebaya, tata tertib, serta budaya sekolah agar peserta didik dapat beradaptasi dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.

Selain menjadi sarana pengenalan lingkungan sekolah, MPLS Ramah juga dirancang untuk menumbuhkan karakter, membangun rasa percaya diri, serta memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban peserta didik sebagai bagian dari warga sekolah.

Adapun pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari secara inklusif, bebas biaya, serta mengedepankan prinsip perlindungan anak tanpa praktik perpeloncoan maupun bentuk kekerasan.

Berbagai kegiatan telah disiapkan sekolah, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, guru dan tenaga kependidikan, kurikulum, budaya sekolah, parenting bersama orang tua, hingga unjuk karya dan evaluasi.

Salah satu pelaksanaan MPLS Ramah terlihat di SD Negeri 1 Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Pada hari pertama sekolah, para peserta didik baru disambut langsung oleh kepala sekolah beserta dewan guru melalui kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, ruang belajar, tata tertib, dan berbagai aktivitas interaktif yang berlangsung dalam suasana hangat dan menyenangkan.

Kepala SDN 1 Maraya, Ahmad Soleh, mengatakan hari pertama sekolah menjadi momentum penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik sebelum memulai proses pembelajaran.

"Anak-anak datang dengan berbagai perasaan, ada yang senang, ada juga yang masih malu atau cemas. Tugas kami adalah membuat mereka merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Dengan begitu, mereka akan lebih percaya diri untuk belajar dan berinteraksi dengan teman-temannya," ujarnya.

Sejalan dengan itu, Guru SDN 1 Maraya, Agun Gunawan, menilai MPLS bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi fondasi dalam membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama.

"Kami ingin memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, ramah, dan membahagiakan bagi setiap anak. Ketika mereka merasa nyaman, proses belajar akan berlangsung lebih efektif dan karakter positif juga lebih mudah tumbuh," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid yang mengantarkan anaknya pada hari pertama sekolah mengaku merasa haru sekaligus bangga melihat putrinya mulai memasuki jenjang pendidikan dasar.

"Rasanya campur aduk, ada bangga sekaligus haru karena anak sudah mulai sekolah. Alhamdulillah guru-gurunya menyambut dengan ramah, sehingga kami sebagai orang tua merasa tenang. Semoga anak kami betah belajar, rajin, dan bisa meraih cita-citanya," tuturnya.

Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, Kemendikdasmen berharap setiap peserta didik baru memperoleh pengalaman pertama yang positif di sekolah sehingga mampu menumbuhkan semangat belajar, membangun karakter, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X