KARANGANYAR, Gertak.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan diresmikannya Bendungan Jlantah, di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.
Bendungan tersebut akan memberi manfaat besar bagi sektor pertanian, pengendalian banjir, hingga penyediaan air baku bagi masyarakat di Jatiyoso.
Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, usai peresmian, Jumat, 10 Juli 2026.
Dia katakan, pembangunan Bendung Jlantah merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan infrastruktur sumber daya air di Jawa Tengah. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang telah mendukung proses pembangunan. Terutama dalam penyediaan lahan dan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah pusat, Bapak Presiden, dan Kementerian PU yang telah membangun Bendungan Jlantah. Seluruh pembangunannya didanai APBN.
Kami juga berterima kasih kepada Bupati Karanganyar yang telah mendukung penyediaan lahan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat," ujar Sumarno, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin.
Menurutnya, Bendungan Jlantah memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, bendungan tersebut juga menjadi sumber penyediaan air irigasi yang akan memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah.
Sumarno menjelaskan, bendungan itu memiliki kapasitas untuk mengairi sekitar 1.500 hektare lahan pertanian yang telah ada, sekaligus mendukung pengembangan sekitar 229 hektare lahan sawah baru.
Dengan asumsi lahan tersebut dapat ditanami padi sebanyak tiga kali dalam setahun dan menghasilkan rata-rata enam ton gabah per hektare setiap musim tanam. Bendungan Jlantah diperkirakan mampu menopang produksi hingga sekitar 27 ribu ton padi setiap tahun.
Ini tentu akan meningkatkan kapasitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya," katanya.
Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Jlantah juga akan menyediakan air baku bagi masyarakat dengan kapasitas sekitar 125 liter per detik.
Menurut Sumarno, ketersediaan air tersebut akan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih.
Tidak hanya itu, bendungan tersebut juga dirancang untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga sektor energi.
Meskipun telah diresmikan, Sumarno menyebut masih terdapat pekerjaan lanjutan yang perlu segera diselesaikan, yakni pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal.