Hasil Laboratorium Sungai Cidikit Dirilis, DLH Lebak Lanjutkan Investigasi Dugaan Pencemaran

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Kamis, 9 Juli 2026 | 02:13 WIB
Keterangan Foto: Tim DLH Kabupaten Lebak mengambil sampel air di Sungai Cidikit, Kecamatan Bayah, sebagai tindak lanjut laporan dugaan pencemaran./Dok. Instagram @dlh_lebak
Keterangan Foto: Tim DLH Kabupaten Lebak mengambil sampel air di Sungai Cidikit, Kecamatan Bayah, sebagai tindak lanjut laporan dugaan pencemaran./Dok. Instagram @dlh_lebak

GERTAK.ID, LEBAK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak merilis hasil analisis kualitas air Sungai Cidikit di Kecamatan Bayah. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan sebagian besar parameter kualitas air masih memenuhi baku mutu, namun sejumlah parameter lain ditemukan melebihi ambang batas sehingga investigasi dugaan pencemaran terus dilanjutkan.

Kepala DLH Kabupaten Lebak, Irvan Suyatuvika, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dan keluhan masyarakat mengenai penurunan kualitas air Sungai Cidikit yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Ya, kami menerima laporan dan keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran di Sungai Cidikit. Tim sudah turun ke lokasi dan mengambil sampel air di lima titik untuk dilakukan pengujian laboratorium," kata Irvan, Kamis (25/6/2026) Lalu.

Pengambilan sampel dilakukan pada 23 Juni 2026 di lima titik aliran Sungai Cidikit. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas air sekaligus menindaklanjuti kekhawatiran masyarakat yang menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci, dan kakus (MCK).

Saat itu, DLH memperkirakan hasil pengujian laboratorium selesai dalam waktu sekitar satu pekan. Irvan juga menyatakan, apabila ditemukan bukti pencemaran yang memerlukan penanganan lintas kewenangan, pihaknya akan menyampaikan laporan kepada kementerian terkait.

Hasil analisis laboratorium kemudian dipublikasikan melalui akun Instagram resmi @dlh_lebak pada 8 Juli 2026. Berdasarkan hasil tersebut, sebagian besar parameter kualitas air, seperti pH, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), oksigen terlarut, dan Fecal Coliform, masih berada di bawah ambang batas baku mutu.

Meski demikian, pengujian menemukan parameter Total Suspended Solids (TSS) dan Total Fosfat melebihi baku mutu di hampir seluruh titik pengambilan sampel. Selain itu, pada satu titik pengambilan sampel juga ditemukan kadar Nitrat yang melampaui baku mutu.

DLH menjelaskan, tingginya nilai TSS menyebabkan meningkatnya tingkat kekeruhan air sungai. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh erosi tanah, pembukaan lahan, aktivitas pertanian, serta limpasan air hujan yang membawa material tanah ke badan sungai.

Sementara itu, tingginya kadar Total Fosfat dan Nitrat diduga berkaitan dengan aktivitas pertanian, peternakan, limbah domestik, serta aktivitas rumah tangga di sekitar daerah aliran sungai.

Meski sejumlah parameter melebihi baku mutu, DLH menegaskan hasil laboratorium hanya menggambarkan kondisi kualitas air pada saat pengambilan sampel. Hasil tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menetapkan sumber pencemar maupun menyimpulkan adanya pelanggaran oleh pihak atau kegiatan usaha tertentu.

"Untuk memastikan sumber pencemar masih diperlukan investigasi lanjutan dan penelusuran di lapangan," tegas DLH dalam keterangannya.

Sebagai tindak lanjut, DLH akan melakukan pemantauan kualitas air secara berkala, verifikasi lapangan, serta pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan. Apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, penanganan akan dilakukan sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, DLH menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif melaporkan dugaan pencemaran dan mengawasi kondisi lingkungan. Selama proses investigasi berlangsung, warga diimbau membatasi penggunaan air Sungai Cidikit secara langsung, baik untuk keperluan konsumsi maupun aktivitas mandi dan mencuci, hingga hasil penyelidikan selesai dan kondisi kualitas air dinyatakan aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X