GERTAK.ID, LEBAK - Jembatan Gantung Merah Putih Presisi sepanjang 40 meter di Kampung Pasir Nangka, Desa Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, resmi dibuka dan mulai dimanfaatkan masyarakat, Jumat (26/6/2026).
Infrastruktur tersebut menjadi akses penghubung menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kampung Guradog Timur, Desa Citorek Timur, sekaligus jalan usaha tani yang selama ini dibutuhkan warga.
Peresmian jembatan dipimpin Kepala Desa Citorek Sabrang, H. Suarta Atmawijaya, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Citorek Sabrang Brigadir Muhamad Taufik Hidayat, unsur Babinsa, Ketua BPD H. Karman, Ketua LPM Abdul Fatah, tokoh agama, tokoh kasepuhan, tokoh pemuda, serta masyarakat yang mengikuti proses pembangunan hingga selesai.
Jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Gantung Merah Putih Presisi yang diinisiasi Polri melalui kolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, APDESI Merah putih Provinsi dan Kabupaten, pemerintah desa, dan berbagai elemen masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, membuka akses di daerah dengan keterbatasan geografis, serta mendukung aktivitas pendidikan, pertanian, dan perekonomian masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah yang masuk dalam program tersebut. Sebanyak 42 titik jembatan gantung direncanakan dibangun secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur penghubung yang aman dan layak.
Keberadaan Jembatan Gantung Merah Putih Presisi di Desa Citorek Sabrang dinilai penting karena menjadi akses menuju lahan pertanian, permukiman warga, dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Kepala Desa Citorek Sabrang, H. Suarta Atmawijaya, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Bapak Kapolri beserta seluruh jajaran, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih Presisi ini. Kehadiran jembatan ini bukan hanya menjadi sarana penghubung fisik, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian desa," ujarnya.
Menurut H. Suarta, pembangunan infrastruktur dasar memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan desa.
"Akses yang baik akan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat. Petani akan lebih mudah mengangkut hasil panen, mobilitas warga menjadi lancar, dan aktivitas ekonomi dapat berkembang. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Desa Citorek Sabrang," katanya.
Sementara itu, Ketua BPD Citorek Sabrang, H. Karman, mengatakan Program Jembatan Gantung Merah Putih Presisi menunjukkan bahwa pembangunan juga menjangkau wilayah pelosok.
"Program ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan. Masyarakat di daerah terpencil juga mendapatkan perhatian melalui pembangunan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan," ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam terwujudnya pembangunan tersebut.
"Kami mengapresiasi kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. Semoga program seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh warga," tambahnya.
Artikel Terkait
Wakil Bupati Lebak Hadiri Penanaman 1.000 Pohon dan Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi
Pemdes Cikarang Apresiasi Pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih Presisi, Akses Warga dan Anak Sekolah Kini Lebih Mudah
Jembatan Gantung Presisi Merah Putih di Desa Peucangpari Rampung 100 Persen, Kecamatan Pastikan Sesuai Standar
Jembatan Gantung Merah Putih Presisi Resmi Dibuka di Lebak Tipar, Permudah Mobilitas dan Dorong Perekonomian Warga