Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan Tuai Keluhan, Akun PLN Jogja Diserbu Warganet

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:19 WIB
Keterangan Gambar: Ilustrasi Gedung PLN Jogja (AI)
Keterangan Gambar: Ilustrasi Gedung PLN Jogja (AI)

GERTAK.ID, YOGYAKARTA - Akun media sosial PLN UID Yogyakarta diserbu keluhan warganet setelah terjadi pemadaman listrik tanpa pemberitahuan di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (19/6/2026).

Keluhan bermunculan di berbagai platform media sosial. Warga menyoroti tidak adanya informasi awal terkait pemadaman yang disebut berlangsung selama tiga hingga empat jam dalam sehari. Kondisi tersebut memicu gangguan terhadap berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pelaku usaha hingga pengguna jalan.

Sejumlah unggahan yang viral memperlihatkan dampak pemadaman listrik di lapangan. Salah satunya dibagikan akun Threads @diasmaesyita_ yang menunjukkan situasi lalu lintas di kawasan Jokteng Barat. Dalam unggahan tersebut, sejumlah warga terlihat turun langsung membantu mengatur arus kendaraan akibat lampu lalu lintas yang tidak berfungsi.

“Ada orang baik ngatur lalu lintas Jokteng yang semrawut karena mati listrik, enggak terlihat tanda-tanda ada polisi,” tulisnya dalam unggahan pada Jumat (19/6/2026).

Selain memengaruhi lalu lintas, pemadaman listrik juga berdampak pada aktivitas pelaku industri kreatif. Akun @cctvdije mengaku mengalami kendala saat menjalani sesi pemotretan karena listrik mendadak padam ketika proses produksi akan dimulai.

“Lagi photoshoot, beres make up dan styling jam 9-an tiba-tiba pas mau cam roll, mati listrik dan tanpa pemberitahuan, the best memang PLN Jogja,” tulisnya.

Meski telah berupaya menyewa genset tambahan, kondisi tersebut tetap menghambat jalannya kegiatan produksi.

“Karena pihak studio tidak menyediakan genset, kami inisiatif sewa genset Rp85.000 pakai sisa budget yang ada. Tapi karena ga semua AC bisa nyala, akhirnya lihatlah talent-ku ini, kepanasan, sampe kami kipas-kipas manual. Tolong PLN jujur dan transparan ke kami, apa yang sebenarnya terjadi sehingga sering pemadaman bergilir? Dampaknya sampai ke hilir,” lanjutnya.

Keluhan serupa datang dari seorang guru les online yang mengaku harus berpindah-pindah lokasi demi mendapatkan akses listrik dan jaringan internet yang memadai untuk mengajar.

“Ini sudah hari ke-3 berada di mall hanya untuk mengajar online. Kemarin ke Palagan, di sana mati listrik. Lalu ke Jakal KM 5, belum ada 1 jam sambil menghabiskan minuman yang ku pesan, sudah mati listrik lagi, mengungsilah aku ke Pakuwon untuk terakhir kalinya,” tulis pemilik akun Threads @hilmynw.

“Hari ini mengungsi ke Amplaz, karena aku yakin Pakuwon full padat dengan lautan warga WFA pencari wifi,” lanjutnya.

Ramainya keluhan tersebut kemudian mendorong warganet membanjiri kolom komentar akun Instagram PLN Jogja. Mereka meminta PLN lebih transparan serta memberikan informasi lebih awal apabila akan dilakukan pemadaman listrik di wilayah tertentu.

Beberapa komentar yang muncul di antaranya, “PLN Jogja di-mention orang satu Jogja tapi enggak merespons sama sekali. Gedungnya mati listrik juga?” tulis akun @uly********y.

“Humasnya bintang satu. Tolong kalau ada pemadaman listrik segera update sebelum dipadamkan. Antisipasi dan buat klarifikasi kenapa kok padam. Satu lagi, balas komentar kita juga,” tulis akun @jud***********d.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X