Ratusan Warga Desa Cikarang Semarakkan Tahun Baru Islam 1448 H dengan Pawai Obor dan Doa Bersama

Photo Author
- Rabu, 17 Juni 2026 | 02:39 WIB
Keterangan foto:Prosesi pawai obor dan pelepasan peserta dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah di Desa Cikadang./Dok.Pemdescikarang
Keterangan foto:Prosesi pawai obor dan pelepasan peserta dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah di Desa Cikadang./Dok.Pemdescikarang

GERTAK.ID, LEBAK - Ratusan warga Desa Cikarang, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dengan mengikuti pawai obor dan doa bersama, Selasa (16/6/2026) malam. Kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Cikarang tersebut berlangsung meriah dan penuh kebersamaan sebagai bentuk syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Pawai obor yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat itu diikuti berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu, pemuda, remaja hingga anak-anak. Dengan membawa obor yang menyala terang, para peserta berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan sambil melantunkan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Peserta berasal dari seluruh RW di Desa Cikarang. Mereka bergerak dari wilayah masing-masing menuju Kantor Desa Cikarang yang menjadi titik akhir kegiatan. Setibanya di lokasi, rombongan disambut panitia dan tim juri yang telah disiapkan pemerintah desa untuk melakukan penilaian terhadap kreativitas serta kekompakan peserta dari masing-masing RW.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Cikarang Yudi Permana beserta perangkat desa, anggota BPD, Bhabinkamtibmas dari Polsek Muncang, tokoh agama, tokoh masyarakat, Tamu Undangan serta berbagai elemen warga yang ikut memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam.

Kepala Desa Cikarang, Yudi Permana menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan sekaligus meningkatkan nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

"Pawai obor ini merupakan wujud kasih sayang, perhatian dan semangat kita bersama dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Saya sangat mengapresiasi antusiasme seluruh warga yang ikut berpartisipasi sehingga kegiatan ini berjalan meriah dan penuh makna," ujar Yudi Permana.

Lebih lanjut, Yudi mengajak masyarakat menjadikan momentum 1 Muharam sebagai sarana introspeksi diri untuk memperbaiki kualitas kehidupan, baik secara spiritual maupun sosial.

"Tahun baru Islam adalah saat yang tepat bagi kita untuk melakukan introspeksi diri. Mari kita jadikan momen ini sebagai awal untuk memperbaiki akhlak, memperkuat ibadah dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat," katanya.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut merupakan modal penting dalam membangun Desa Cikarang yang harmonis, religius, dan sejahtera. Karena itu, tradisi positif yang telah berlangsung dari tahun ke tahun perlu terus dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat.

Usai pawai obor, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan ulama yang diundang panitia. Dalam ceramahnya, jamaah diajak memahami makna hijrah sebagai proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Setelah itu, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin tokoh agama. Dengan penuh khidmat, masyarakat memanjatkan doa demi keselamatan, kesehatan, kedamaian, serta keberkahan bagi seluruh warga Desa Cikarang.

Salah seorang tokoh agama Desa Cikarang menegaskan bahwa Tahun Baru Islam harus dijadikan pengingat bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

"Hijrah bukan hanya berpindah tempat seperti yang dilakukan Rasulullah SAW, tetapi juga berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih diridhai Allah SWT," tuturnya.

Tokoh agama lainnya menilai kegiatan pawai obor dan pengajian bersama menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga memberikan pembelajaran agama dan menumbuhkan semangat persaudaraan sejak dini.

Halaman:

Editor: Atippudin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X