Dana Operasional Belum Cair, sejumlah Dapur MBG di Lebak dan Pandeglang Terpaksa Tutup Sementara

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Selasa, 9 Juni 2026 | 12:30 WIB
Keterangan Gambar: Suasana dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menghentikan operasional sementara akibat terkendalanya pencairan dana operasional dari BGN./Ilustrasi/Gertak.id.
Keterangan Gambar: Suasana dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menghentikan operasional sementara akibat terkendalanya pencairan dana operasional dari BGN./Ilustrasi/Gertak.id.

GERTAK.ID, LEBAK - Sejumlah dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, Banten, menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kondisi tersebut terjadi di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi pelaksana program MBG di daerah. Salah satunya adalah SPPG Cijoro Lebak 2 di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Melalui unggahan di akun TikTok resminya, SPPG Cijoro Lebak 2 mengumumkan penghentian layanan sementara yang mulai berlaku sejak Senin, 8 Juni 2026, hingga waktu yang belum ditentukan. Pengelola menyebut keputusan tersebut diambil karena terkendalanya pencairan Dana Bantuan Pemerintah (Banper) yang menjadi penopang operasional dapur.

"Mulai Senin, 08 Juni 2026 sampai dengan waktu yang belum bisa ditentukan, kami SPPG Cijoro Lebak 2 berhenti operasional sementara karena adanya kendala pada pencairan Dana Bantuan Pemerintah (Banper)," demikian isi pengumuman tersebut dikutip Gertak.id.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lebak yang juga Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, membenarkan adanya sejumlah dapur SPPG yang menghentikan aktivitas sementara karena keterbatasan anggaran operasional.

Menurut Amir, selama ini BGN biasanya melakukan penambahan atau top up anggaran ketika dana operasional dapur telah habis digunakan. Namun, hingga saat ini masih terdapat beberapa dapur yang belum menerima tambahan dana tersebut.

"Terkait adanya SPPG yang sementara berhenti dikarenakan top up anggaran yang biasanya jika habis langsung di-top up BGN, ada beberapa dapur yang belum ditambah lagi dananya sehingga tidak bisa melakukan kegiatan sebagaimana biasanya," kata Amir, dikutip dari Kompas.com.

Meski demikian, Amir memastikan proses pencairan anggaran sedang berlangsung. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak BGN di Kabupaten Lebak, tambahan dana operasional diperkirakan akan segera disalurkan.

"Infonya tidak akan lama lagi di-top up," ujarnya.

Selain SPPG Cijoro Lebak 2, penghentian operasional sementara juga dilaporkan terjadi di sejumlah dapur lain di wilayah Rangkasbitung, termasuk SPPG Muara Ciujung Timur 2. Sementara di Kabupaten Pandeglang, kondisi serupa terjadi di SPPG Pasireurih Cisata.

Wakil Satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, turut membenarkan adanya penghentian operasional tersebut. Ia mengatakan kendala pencairan anggaran menjadi penyebab utama terhentinya aktivitas sejumlah dapur MBG.

"Karena operasionalnya enggak cair karena itu kewenangan dari BGN, kami enggak tahu. Mungkin saja ada persyaratan atau karena kepala BGN kan ganti, ini yang kami belum tahu seperti apa," kata Doni.

Kendati demikian, Doni mengungkapkan bahwa sebagian dana operasional disebut sudah mulai dicairkan. Saat ini proses penyaluran masih berlangsung sehingga operasional dapur MBG diperkirakan dapat kembali berjalan dalam waktu dekat.

"Katanya sekarang banyak juga yang sudah cair, sekarang dalam proses saja. Kemungkinan tidak akan lama karena beberapa sudah ada yang cair," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X