"Seren Taun adalah ungkapan syukur kami kepada Gusti Nu Maha Suci atas hasil bumi yang diberikan. Tradisi ini mengajarkan manusia untuk selalu menghormati alam dan menjaga keseimbangan kehidupan," ungkapnya.
Menurutnya, adat dan alam merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat kasepuhan.
"Selama adat dijaga dan alam dirawat, maka kehidupan masyarakat akan tetap harmonis. Itulah pesan utama yang diwariskan para karuhun kepada kami," tuturnya.
Di sisi lain, tokoh pemuda adat Kasepuhan Jamrut, Sudin, menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
"Sebagai generasi penerus, kami memiliki kewajiban menjaga adat dan budaya agar tidak hilang tergerus zaman. Seren Taun menjadi momentum penting untuk mengenalkan kembali jati diri masyarakat adat kepada generasi muda," katanya.
Sudin menambahkan, keterlibatan pemuda dalam setiap rangkaian kegiatan adat menjadi bagian dari proses regenerasi yang harus terus berjalan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa adat tidak bertentangan dengan kemajuan. Justru nilai-nilai yang diajarkan leluhur dapat menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.
Menjelang pelaksanaan acara, suasana di lingkungan Kasepuhan Jamrut tampak semakin semarak. Masyarakat secara bergotong royong melakukan berbagai persiapan, mulai dari penataan lokasi kegiatan, pembersihan lingkungan, hingga persiapan ritual adat yang akan dilaksanakan selama rangkaian Seren Taun berlangsung.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga dari berbagai kalangan turut terlibat dalam persiapan acara sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya yang telah menjadi identitas mereka selama bertahun-tahun.
Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen, Seren Taun juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya dan identitas leluhurnya. Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masyarakat adat Kasepuhan Jamrut tetap berkomitmen mempertahankan nilai-nilai tradisional sebagai fondasi kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Seren Taun Tahun 2026, masyarakat Kasepuhan Jamrut berharap tradisi warisan leluhur dapat terus lestari serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menjaga budaya, memperkuat kebersamaan, dan merawat alam sebagai sumber kehidupan.
Sejalan dengan tema yang diusung, masyarakat adat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mengingat Sang Pencipta, menjaga bumi, serta memperkuat persatuan demi terwujudnya kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
"Ngamumule tatanen, ngariksa warisan karuhun" menjadi pesan yang terus digaungkan dalam Seren Taun Kasepuhan Jamrut Tahun 2026 sebagai komitmen bersama untuk memuliakan pertanian dan menjaga warisan leluhur yang menjadi kebanggaan masyarakat adat.
Artikel Terkait
Merah Putih dari Desa : Wangunjaya Siap Wujudkan Visi Presiden Prabowo Melalui Koperasi Desa
Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Cigemblong Digelar, Tiga Desa Terbaik Terima Penghargaan
Menteri Kehutanan Luncurkan Roadmap Hutan Adat 2025–2029 di Lebak, 10 Masyarakat Adat Terima SK Penetapan