GERTAK.ID, LEBAK - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan setelah sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan keluhan terkait kualitas dan porsi makanan yang diterima.
Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa rekaman video yang memperlihatkan ketidakpuasan warga beredar sejak Selasa (26/5/2026). Dalam video tersebut, sejumlah penerima manfaat, termasuk ibu hamil, menyampaikan secara langsung kondisi makanan yang mereka terima dari program tersebut.
Berdasarkan keterangan warga dalam rekaman video, sayuran yang didistribusikan dinilai sudah tidak segar dan mengalami perubahan rasa. Selain itu, porsi buah yang diberikan juga dianggap terlalu sedikit dibandingkan dengan yang diterima masyarakat di wilayah lain.
“Kami tidak suka menu MBG Citorek Barat, rasanya basi. Kami minta kualitas makanan sama dengan desa lain. Di sini sayuran pada basi, buahnya jangan kecil-kecil banget, jangan pelit buah,” ujar beberapa warga dalam rekaman video tersebut.
Tidak hanya terkait kualitas makanan, warga juga menyoroti kondisi hidangan yang dinilai kurang layak untuk dikonsumsi. Dalam video lain yang beredar, terlihat sejumlah wadah makanan masih menyisakan lauk dan sayuran yang tidak dimakan oleh penerima manfaat.
Bahkan, dalam rekaman tersebut disebutkan bahwa sebagian warga hanya mengonsumsi nasi putih karena lauk yang tersedia dianggap tidak layak untuk dimakan.
“Ini yang dimakan hanya nasinya, yang lainnya enggak,” ucap seorang warga dalam rekaman.
Sebagai salah satu program strategis pemerintah, Program MBG bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Karena itu, aspek keamanan pangan, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan, menjadi bagian penting yang harus dipenuhi guna menjamin kualitas layanan kepada masyarakat.
Seiring munculnya berbagai keluhan tersebut, perhatian publik pun mengarah pada mekanisme pengawasan mutu dan penerapan standar pelayanan pada dapur penyedia MBG di tingkat lokal. Warga berharap dilakukan evaluasi agar kualitas pelayanan program dapat berjalan sesuai standar dan merata di seluruh wilayah penerima manfaat.
Untuk menjaga prinsip keberimbangan informasi (cover both sides), awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SPPG selaku pengelola Dapur MBG Citorek Barat melalui pesan WhatsApp pada Kamis (28/5/2026).
Konfirmasi tersebut mencakup sejumlah pertanyaan terkait prosedur pengawasan mutu makanan, sistem distribusi, penentuan porsi gizi, serta langkah evaluasi yang dilakukan setelah munculnya keluhan dari masyarakat.
Namun hingga kini, pihak pengelola belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi terkait persoalan yang disampaikan warga tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih menunggu respons resmi dari Kepala SPPG dan pengelola Dapur MBG Citorek Barat. Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak terkait.
Artikel Terkait
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dugaan Korupsi MBG Era Dadan Disorot
Kepala BGN Nanik S. Deyang Muncul Perdana, Tegaskan Sarjana Biologi dan Beberkan Alasan TNI Dilibatkan dalam Program MBG
Vendor Roti di Kota Serang Bagikan Pesan dari SPPG, Minta Kualitas Roti Diturunkan demi Harga Murah hingga Janji Bakal Berlangganan untuk MBG
BGN Siapkan MBG Berbasis Kantin Sekolah, Pernah Diusulkan DPR