Selain Agustina, Nanik juga memperkenalkan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala lainnya. Penunjukan Trenggono langsung memunculkan pertanyaan publik lantaran yang bersangkutan masih berstatus anggota TNI aktif saat diumumkan menduduki jabatan di BGN.
Menanggapi hal itu, Nanik memastikan Trenggono telah mengajukan proses pengunduran diri dari institusi TNI dan kini tengah menjalani tahapan administrasi menuju masa pensiun.
"Mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun. Proses pengunduran dirinya sudah dilakukan dan sedang berjalan," jelasnya.
Lebih lanjut, Nanik membeberkan alasan mengapa figur berlatar belakang militer dilibatkan dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, kebutuhan akan kemampuan teritorial menjadi faktor utama dalam menjalankan program di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Ia menilai tantangan distribusi dan pelaksanaan MBG di daerah-daerah terpencil membutuhkan pengalaman lapangan yang dimiliki kalangan militer, terutama dalam menjangkau wilayah yang sulit diakses.
"Kenapa ada militer? Karena kami membutuhkan ahli teritorial untuk mendukung pelaksanaan program MBG, khususnya di daerah 3T," kata Nanik.
Menurutnya, program MBG tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya yang berada di berbagai pelosok Indonesia.
Nanik menegaskan bahwa kehadiran Trenggono diharapkan mampu membantu BGN merumuskan berbagai skema distribusi yang efektif sehingga program MBG dapat menjangkau seluruh sasaran tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.