Gertak.id-Nabire-Forum Komunikasi Mahasiswa Intan Jaya (FKMI) Kota Studi Nabire menyampaikan pernyataan sikap terkait insiden ledakan yang terjadi di halaman Gereja St. Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (17/5/2026) dan disebut mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka akibat serpihan ledakan.
Dalam keterangannya, FKMI menyebut empat warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut, yakni Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau.
FKMI menilai kejadian tersebut merupakan peristiwa serius yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan dari pihak berwenang.
Menurut mereka, insiden tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Melalui pernyataan tertulis yang disampaikan pada Selasa (19/5/2026), FKMI meminta pemerintah pusat, aparat keamanan, dan pemerintah daerah segera membentuk tim investigasi independen guna mengusut peristiwa tersebut secara menyeluruh.
Mereka juga meminta adanya proses hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas kejadian tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam pernyataan itu, FKMI mengutip sejumlah pasal dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terkait hak hidup, perlindungan diri, hak atas rasa aman, dan tanggung jawab negara dalam perlindungan hak asasi manusia.
FKMI menilai perlindungan terhadap hak-hak dasar masyarakat di Papua, khususnya di Kabupaten Intan Jaya, masih perlu diperkuat.
Selain meminta investigasi independen, mereka juga menyampaikan aspirasi terkait situasi keamanan di wilayah Papua dan meminta adanya langkah-langkah yang mengedepankan perlindungan masyarakat sipil.
FKMI menyatakan bahwa masyarakat berhak mendapatkan rasa aman, pelayanan kesehatan, akses pendidikan, serta perlindungan hukum tanpa rasa takut.
Mereka berharap pemerintah dan aparat terkait dapat segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari aparat keamanan maupun pemerintah daerah terkait kronologi lengkap insiden tersebut.
Belum diketahui pula penyebab pasti ledakan maupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas kejadian di halaman gereja tersebut.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.