Banjir Bandang dan Longsor Terjang 6 Kecamatan di Lebak, salah satu Ponpes Hanyut dan Infrastruktur Rusak

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:37 WIB
Keterangan Foto : Jalan desa dan turap di Desa Maraya dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Keterangan Foto : Jalan desa dan turap di Desa Maraya dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

GERTAK.ID, LEBAK - Banjir bandang dan tanah longsor menerjang enam kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (15/5/2026) sore. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah sungai meluap, merendam puluhan rumah warga, merusak infrastruktur, hingga menghanyutkan satu pondok pesantren di Desa Harumsari, Kecamatan Cipanas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan bencana terjadi sejak pukul 13.30 WIB hingga 18.00 WIB akibat curah hujan tinggi dengan durasi panjang.

“Curah hujan dengan intensitas lebat dalam durasi cukup lama serta disertai angin kencang mengakibatkan meluapnya sejumlah aliran sungai dan memicu banjir serta tanah longsor di sejumlah titik,” ujar Sukanta.

Adapun wilayah terdampak meliputi Kecamatan Cigemblong, Cipanas, Sajira, Lewidamar, dan Muncang. Sejumlah sungai yang meluap di antaranya Sungai Peucangpari, Sungai Cimaur, Sungai Cibeurih, Sungai Cilaki, Sungai Ciminyak, dan Sungai Cisimet.

Di Kecamatan Cigemblong, banjir merendam lima rumah warga di Kampung Ledok Cirompang. Sementara itu, Kecamatan Cipanas mengalami dampak cukup parah, termasuk hanyutnya satu pondok pesantren serta rusaknya jembatan jalan usaha tani akibat derasnya arus sungai.

Selain itu, longsor juga merusak rumah warga di Desa Jayapura dan Desa Giriharja. Empat rumah dan satu musala di Desa Sukasari turut terendam banjir, sedangkan satu rumah di Desa Pasirhaur terdampak longsor.

Kerusakan juga terjadi di Kecamatan Sajira. Dua rumah warga dan satu jembatan kayu di Desa Maraya dilaporkan rusak akibat bencana tersebut. Jalan desa dan turap jalan di wilayah itu pun mengalami kerusakan.

Di Desa Margaluyu, banjir merendam sekitar 20 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter.

Sementara itu, ancaman longsor terjadi di Desa Margawangi, Kecamatan Lewidamar, yang mengancam kawasan permukiman warga. Luapan Sungai Cisimet di Desa Lewidamar juga dilaporkan hampir memasuki rumah warga dan merusak infrastruktur jalan.

Kecamatan Muncang turut terdampak banjir. Satu rumah warga dan sekitar 50 hektare lahan persawahan di Desa Ciminyak terendam air. Selain itu, tembok penahan tanah (TPT) di Desa Cikarang roboh dan saluran irigasi Leuwikidang di Desa Leuwicoo ambruk. Tiga rumah warga di Desa Sukanagara juga terendam banjir.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Lebak, total terdapat 37 rumah terdampak banjir dan longsor. Selain itu, satu pondok pesantren hanyut, satu musala terendam, dua jembatan dan jalan usaha tani rusak, satu bangunan bronjong mengalami kerusakan, satu TPT roboh, serta satu saluran irigasi ambruk.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga hilang dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” kata Sukanta.

Saat ini, BPBD Lebak bersama aparat kecamatan dan desa masih melakukan kaji cepat serta pendataan di sejumlah lokasi terdampak. Namun, proses pendataan masih terkendala kondisi lapangan yang belum sepenuhnya memungkinkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X