Menanggapi kondisi tersebut, AM, seorang warga Kecamatan Muncang yang juga aktivis pemerhati kebijakan publik di Lebak, meminta adanya penjelasan terkait belum difungsikannya sejumlah dapur MBG di wilayah Kecamatan Muncang.
“Program MBG merupakan program strategis nasional yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pelaksanaannya harus dipastikan berjalan merata dan tidak hanya terpusat di wilayah yang mudah dijangkau,” ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan informasi penting dilakukan agar masyarakat memahami kendala yang terjadi di lapangan dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi.
“BGN perlu menyampaikan secara terbuka apa saja kendala di lapangan, apakah berkaitan dengan distribusi, kesiapan operasional, sumber daya manusia, atau faktor lainnya. Transparansi penting agar masyarakat memperoleh kepastian informasi,” katanya.
Lebih lanjut, AM juga meminta agar fasilitas yang telah dibangun segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Ia menilai keberadaan dapur MBG memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat di wilayah terpencil.
“Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Padahal, anak-anak sekolah dan ibu hamil di wilayah terpencil sangat membutuhkan dukungan program pemenuhan gizi untuk membantu mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan pelaksanaan program, mulai dari distribusi bahan pangan, kesiapan pengelola dapur, hingga mekanisme penyaluran kepada penerima manfaat.
“Jangan sampai bangunan hanya berdiri tanpa aktivitas. Program ini sangat dinantikan masyarakat, terutama anak-anak sekolah di daerah terpencil,” tutupnya
Hingga kini, masyarakat di sejumlah desa wilayah 3T Kecamatan Muncang masih menunggu kepastian terkait operasional dapur MBG yang telah dibangun tersebut.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan informasi dan hasil penelusuran lapangan yang dihimpun GERTAK.ID di wilayah Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Badan Gizi Nasional dan instansi terkait guna memperoleh penjelasan resmi mengenai belum beroperasinya sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T Kecamatan Muncang.
Artikel Terkait
Viral Siswa SD Sampang Diduga Alergi Kulit Usai Santap MBG
Heboh Balita di Cianjur Dilaporkan Meninggal Dunia Buntut Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Belum Ungkap Hasil Lab
Diduga..! Daging Menu MBG dari Dapur SPPG Tegal Rejo Lawang Kidul #002 Ditemukan Bertelur Lalat