Pekalongan - Gertak.id-- Kepala Desa Rohmat Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong dan Kebersamaan Demi Kemajuan Pembangunan Desa Suasana penuh kekeluargaan dan semangat pelestarian budaya tradisional mewarnai kegiatan Ruat Bumi Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan,
yang digelar meriah di halaman Balai Desa Windurojo, Senin malam, 11 Mei 2026. Puncak acara diisi dengan pagelaran wayang kulit yang menghadirkan Ki Dalang Joko Setiyo Pranolo dengan lakon Wahyu Cahyo Bawono.
Kegiatan ruat bumi tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Windurojo dalam menjaga tradisi leluhur sekaligus mempererat persatuan antarwarga. Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati area balai desa untuk menyaksikan rangkaian acara yang sarat nilai budaya dan spiritual tersebut.
Berdasarkan susunan acara yang beredar, kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan-sambutan dari panitia penyelenggara, Kepala Desa Windurojo Rohmat, serta Camat Kesesi. Selanjutnya dilakukan prosesi simbolis penyerahan tokoh wayang dari kepala desa kepada Ki Dalang Joko Setiyo Pranolo sebelum pertunjukan dimulai.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kesesi. Hadir di antaranya Camat Kesesi Fuadi Jaman, A.P, Danramil Kesesi 05 Kapten CPL Ris Wiharno, S.A.N beserta jajaran, Kapolsek Kesesi IPTU Kusdiyanto Winarto, S.H beserta anggota, Ketua BPD dan LPMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat RT/RW, linmas, serta ratusan warga Desa Windurojo.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Windurojo, Rohmat, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang tetap menjaga tradisi budaya desa. Ia menilai ruat bumi bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan juga sarana memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan warga.
“Alhamdulillah masyarakat sangat semangat menyaksikan pagelaran wayang kulit ini. Kami bersyukur kegiatan bisa berjalan dengan baik berkat dukungan seluruh warga. Ada yang membantu tenaga, pikiran, maupun keuangan. Kalau kita rukun, insyaallah pembangunan desa juga akan lebih mudah diwujudkan,” ungkap Rohmat di hadapan warga.
Ia juga berharap semangat gotong royong yang terbangun dalam kegiatan ruat bumi dapat terus dipertahankan untuk mendukung pembangunan Desa Windurojo ke depan. Menurutnya, kemajuan desa tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah desa semata, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Kerukunan masyarakat adalah modal utama pembangunan. Mudah-mudahan tahun depan kegiatan seperti ini bisa kembali dilaksanakan dengan lebih baik dan lebih meriah,” tambahnya.
Pagelaran wayang kulit yang berlangsung hingga larut malam mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan yang dibalut nuansa tradisional Jawa dengan pesan moral tentang kehidupan, kepemimpinan, dan persatuan.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ruat bumi juga diyakini masyarakat sebagai wujud rasa syukur atas keberkahan, keselamatan, dan harapan kemakmuran bagi desa. Tradisi tersebut hingga kini masih dijaga oleh masyarakat Windurojo sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Kehadiran unsur Forkopimcam Kesesi dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian seni budaya daerah dan penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat pedesaan.