PUNCAK PAPUA ZONA DARURAT MILITER DAN KRISIS KEMANUSIAAN STOP PEMEKARAN DOB SINAK JAYA

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:00 WIB


Gertak.id -Nabira-Kabupaten Puncak saat ini sedang mengalami krisis kemanusiaan yang serius akibat konflik bersenjata dan operasi militer yang terus berlangsung di sejumlah wilayah seperti Sinak Barat, Pogoma, Yugumoak, dan Kembru. Situasi tersebut menyebabkan masyarakat sipil hidup dalam ketakutan, trauma, serta pengungsian berkepanjangan.


Sejumlah peristiwa kekerasan terhadap warga sipil terus terjadi dan hingga kini dinilai belum mendapat penyelesaian hukum yang adil. Mulai dari penembakan pelajar di Sinak, peristiwa kematian warga sipil di Yugumoak, hingga tragedi “Kembru Berdarah” pada 14 April 2026 yang menyebabkan korban meninggal dunia dan luka-luka.


Akibat situasi tersebut, masyarakat terpaksa meninggalkan kampung halaman, honai, kebun, gereja, serta seluruh sumber kehidupan mereka untuk mengungsi ke berbagai daerah seperti Sinak, Puncak Jaya, Timika, Nabire, dan Jayapura. Para pengungsi hidup dalam kondisi serba terbatas, kekurangan kebutuhan dasar, dan mengalami tekanan psikologis akibat situasi keamanan yang tidak menentu.

Di tengah kondisi kemanusiaan yang belum pulih, Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama sejumlah elite politik justru membahas rencana pemekaran DOB “Sinak Jaya”.

Bagi kami Mahasiswa Puncak, langkah tersebut menunjukkan ketidakpekaan terhadap penderitaan rakyat yang saat ini masih hidup dalam pengungsian dan suasana duka.
Sikap Mahasiswa Puncak Se-Indonesia:
Menolak dan meminta penghentian rencana pemekaran DOB “Sinak Jaya”;

Poin-poin :
1.Mendesak penarikan TNI non-organik dari Kabupaten Puncak dan seluruh Tanah Papua;
2.Mendesak penyelesaian hukum secara adil terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap warga sipil;
3.Mengutuk tindakan kekerasan yang menyebabkan jatuhnya korban sipil di Kembru dan Pogoma;
4.Mendesak pemerintah pusat dan daerah segera memprioritaskan penanganan kemanusiaan bagi para pengungsi.

Demikian rilis media ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat sipil di Kabupaten Puncak yang sedang mengalami penderitaan kemanusiaan.
Jayapura, Sabtu 9 Mei 2026

(dei murip)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yulit MW

Tags

Rekomendasi

Terkini

X