Desa Wangkelang Bergerak Warga Dibekali Strategi Hadapi Ancaman Perubahan Iklim dan Bencana Alam

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 10:23 WIB

PEKALONGAN – Ancaman perubahan iklim yang semakin nyata mendorong Pemerintah Desa Wangkelang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, bergerak cepat. Melalui kegiatan Pelatihan/Bimbingan Teknis Kajian Aksi Adaptasi dan Mitigasi terhadap Dampak Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat Tahun 2026, warga diajak memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam dan kerusakan lingkungan.

Kegiatan yang digelar pada 9/5/2026 di balai desa tersebut berlangsung serius namun penuh antusias. Puluhan peserta dari unsur perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, kelompok tani hingga warga mengikuti pembahasan mengenai dampak perubahan iklim yang kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat pedesaan. rencana kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari

Dalam sambutannya, Kepala Desa Wangkelang Slamet Riyadi menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan persoalan nyata yang sudah mulai memengaruhi kehidupan masyarakat, mulai dari cuaca ekstrem, kekeringan, hingga ancaman longsor di wilayah pegunungan.

Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari desa. Jika masyarakat tidak bergerak bersama, dampaknya akan semakin besar ke depan,” ungkapnya di hadapan peserta.

Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh tim fasilitator Community Forestry yang memandu jalannya pelatihan secara interaktif. Para peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah adaptasi dan mitigasi lingkungan berbasis masyarakat agar desa memiliki ketahanan menghadapi perubahan iklim.

Hadir sebagai narasumber, Dwi Endri dari Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Pekalongan bersama tim Yayasan Conservation Forestry Indonesia. Mereka memaparkan pentingnya menjaga kawasan hutan, konservasi sumber mata air, penghijauan, hingga upaya pencegahan bencana melalui keterlibatan aktif masyarakat.

Diskusi berlangsung hangat ketika sejumlah warga menyampaikan keresahan terkait kondisi lingkungan yang mulai berubah, seperti berkurangnya debit air saat musim kemarau dan meningkatnya potensi tanah longsor saat hujan deras melanda.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Wangkelang berharap masyarakat tidak hanya memahami bahaya perubahan iklim, tetapi juga mampu mengambil langkah nyata untuk menjaga kelestarian alam demi masa depan desa yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa desa kini tidak tinggal diam menghadapi ancaman perubahan iklim. Wangkelang mulai bergerak membangun kesadaran kolektif demi menyelamatkan lingkungan dan generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ariyanto

Tags

Rekomendasi

Terkini

X