Gertak.id | Indramayu – Dampak tabrakan kereta di Bekasi Timur benar-benar melumpuhkan perjalanan KA hingga ke daerah. Di Stasiun Jatibarang, Indramayu, jadwal berubah kacau, penumpang terlantar, dan kepastian nyaris tak ada.
Sejak Selasa (28/4), ratusan penumpang memadati stasiun. Mereka menunggu tanpa kejelasan, sementara waktu terus berjalan. Keterlambatan bukan lagi hitungan menit, melainkan berjam-jam.
Vicky Anni (32) menjadi salah satu korban situasi ini. Ia menunggu KA Gunung Jati sejak pukul 11.00 WIB. Kereta yang seharusnya berangkat pukul 11.18 WIB tak juga bergerak hingga lewat pukul 14.30 WIB.
“Tidak ada kepastian. Katanya tidak dibatalkan, tapi juga tidak jalan. Kami disuruh menunggu tanpa kejelasan,” ujarnya kecewa.
Perjalanannya ke Cirebon untuk mengantar orang tua berobat pun terkatung-katung. Namun, ia tak punya pilihan selain bertahan.
Kondisi serupa dialami Ucu (53), sopir rental yang menunggu penumpangnya sejak pagi. Hingga siang, orang yang ditunggu tak kunjung tiba karena masih tertahan di Bekasi.
“Saya sudah dari jam 9 pagi di sini. Harusnya datang jam 10.20. Ini sudah lewat jauh, tapi belum ada kabar jelas,” tegasnya.