Sintang Ketungau Hulu, gertak.id Proyek rehabilitasi Jembatan Ketungau 1 mendadak menjadi buah bibir dan viral di berbagai grup WhatsApp sejak Jumat (24/4/2026).
Proyek yang berlokasi di jalur strategis perbatasan ini menuai kontroversi lantaran dianggap sebagai proyek siluman" karena ketiadaan papan informasi, atau tidak ada pasang papan proyek, serta buruknya koordinasi dari pihak pelaksana.
Keresahan warga dipicu oleh ketidakjelasan jadwal pengerjaan dan transparansi anggaran. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada papan proyek yang terpasang di lokasi kerja yang menunjukkan nilai kontrak, sumber dana, maupun nama perusahaan PT atau CV yang bertanggung jawab. Informasi yang beredar di masyarakat hanya menyebutkan satu nama penanggung jawab lapangan berinisial M
Noven, salah satu tokoh pemuda perbatasan, menyuarakan reaksi keras terhadap pola komunikasi pihak pelaksana dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat yang dinilai tidak profesional. Menurutnya, pemberitahuan waktu pengerjaan sering berubah-ubah dan hanya disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp, bukan melalui surat resmi ke pihak kecamatan.
Ini bukan sekadar jalan setapak, ini adalah jalan paralel perbatasan yang menghubungkan Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, hingga IKN di Kalimantan Timur. Seharusnya ada koordinasi ketat agar mobilitas warga tidak terhambat secara mendadak," tegas Noven dengan nada kesal.
Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Warga masih menyimpan "trauma pembangunan" atas kegagalan proyek jalan batas Sekayam-Entikong-Rasau oleh PT Conbloc Infratecno pada 2017 lalu. Proyek dengan pagu fantastis senilai Rp233,8 miliar tersebut mangkrak dan perusahaannya dituding menghilang sebelum menuntaskan kewajibannya.
Noven pun mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), mulai dari Polri, Kejaksaan, hingga KPK untuk mengusut tuntas jejak kegagalan masa lalu tersebut. Ia juga menaruh harapan besar kepada Direktur Pembangunan Jalan saat ini, Asep Syarip Hidayat, ST., M.Eng., untuk berani melakukan "bersih-bersih" dan mengungkap fakta yang tersimpan rapat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran rehabilitasi Jembatan Ketungau 1 ini diduga mencapai Rp7 miliar. Angka yang besar ini dinilai kontras dengan realita di lapangan yang minim informasi.
Masyarakat mendesak BPJN Kalbar untuk segera membuka informasi publik terkait:
Pagu Anggaran: Kepastian nilai alokasi dana.
Durasi Pekerjaan: Jadwal pasti agar warga bisa mengatur mobilitas.
Pihak Kontraktor berkewajiban memasang identitas proyek sesuai aturan perundang-undangan.
Harus Punya Kejelasan Nama PT/CV yang bertanggung jawab.