GERTAK.ID, LEBAK - Banjir kembali merendam permukiman warga di Kampung Sempuren, Desa Sangiang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Sabtu (18/4/2026), meski tidak terjadi hujan di wilayah tersebut. Air secara tiba-tiba masuk ke rumah warga akibat meluapnya Sungai Cidurian.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa banjir berasal dari kiriman wilayah hulu di Kabupaten Bogor. Sejumlah rumah dilaporkan terdampak setelah debit air meningkat tanpa didahului perubahan cuaca di lokasi.
“Tidak ada hujan, tidak ada angin, tapi air langsung masuk ke rumah,” ujar salah seorang warga.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti kerentanan kawasan bantaran Sungai Cidurian yang kerap terdampak banjir kiriman lintas wilayah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PAC GAIB 212 Kecamatan Maja, TB Abdurahman atau yang akrab disapa Kang Maman GAIB, mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.
Ia menilai penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial karena melibatkan dua wilayah administratif.
“Kasihan warga Sempuren yang terus terdampak. Perlu ada kerja sama serius antara Lebak dan Bogor untuk penanganan sungai ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung proyek sodetan Waduk Karian yang saat ini tengah berjalan. Menurutnya, keberadaan proyek tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak memperburuk kondisi banjir di wilayah terdampak.
“Kami khawatir adanya sodetan Waduk Karian justru menambah dampak ke wilayah ini jika tidak dikaji dengan baik,” tambahnya.
Hingga saat ini, warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah, baik melalui normalisasi Sungai Cidurian maupun penguatan sistem mitigasi banjir, agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem Bengkulu Picu Banjir dan Longsor, Gubernur Helmi Hasan Perintahkan Distribusi Bantuan Tanpa Henti
Gerak Cepat Gubernur Helmi Hasan Salurkan Bantuan Ratusan Juta Rupiah untuk Korban Banjir Bandang di Lebong
Di Tengah Banjir yang Menggenang, Polisi Hadir Menjadi Harapan Warga Pasar II Muara Enim