Longsor di Sangkanayu Purbalingga, Satu Warga Meninggal Dunia, Tiga Rumah Terdampak

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Minggu, 12 April 2026 | 19:37 WIB
Longsor di Purbalingga tewaskan 1 warga, 3 rumah rusak./Dok.Grup JPromedia
Longsor di Purbalingga tewaskan 1 warga, 3 rumah rusak./Dok.Grup JPromedia

GERTAK.ID, Purbalingga - Bencana tanah longsor melanda Dusun Pondok Nangka, RT 14 RW 05, Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu lainnya mengalami luka-luka, serta merusak tiga rumah warga.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, longsor terjadi pada lereng bukit setinggi kurang lebih 12 meter yang berada tepat di belakang permukiman warga. Material berupa tanah dan batu berukuran besar tiba-tiba runtuh dan menghantam bagian belakang rumah.

Kejadian bermula saat dua warga, Ibu Yanti (38) dan Ibu Kasini (35), tengah memasak di dapur rumah milik Sugiatno yang masih memiliki hubungan keluarga. Keduanya sempat mendengar suara gemuruh yang awalnya dikira berasal dari kendaraan. Namun, tak lama berselang, longsoran tanah dan batu besar langsung menerjang area dapur.

Akibatnya, Ibu Yanti tertimpa material longsor dan mengalami luka berat di bagian kepala. Ia sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Bobotsari, namun dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, Ibu Kasini mengalami luka pada bagian kaki dan kini menjalani perawatan di Puskesmas Serayularangan.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada tiga rumah warga. Dua rumah milik Sugiatno dan Yono mengalami rusak berat, sementara rumah milik Sunaryo mengalami rusak sedang. Total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, termasuk kerusakan pada bagian dapur dan satu kandang ternak.

Dampak lain dari kejadian ini, sebanyak tiga kepala keluarga dengan total 11 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Di antara para pengungsi terdapat tiga anak-anak berusia 4 tahun, 7 tahun, dan 12 tahun.

BPBD Purbalingga menyebutkan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi lereng yang merupakan bekas galian tambang tradisional (eks tambang rakyat) turut memperparah kerentanan tanah sehingga mudah longsor.

Pasca kejadian, penanganan dilakukan oleh unsur gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Purbalingga, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, PMI, Damkar Pos Bobotsari, serta relawan kebencanaan. Tim langsung melakukan evakuasi korban, pengamanan lokasi, serta asesmen terhadap dampak kerusakan.

Selain itu, BPBD bersama unsur terkait juga menggelar rapat koordinasi guna menentukan langkah penanganan lanjutan terhadap material longsoran. Namun, proses pembersihan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat mengingat kondisi tanah yang masih labil. Penanganan akan menunggu hingga situasi dinyatakan aman serta rekomendasi dari tim geologi Universitas Jenderal Soedirman.

Kepala BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak, serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Saat ini, jenazah Ibu Yanti telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara itu, material longsoran masih menutupi area terdampak dan belum dapat disingkirkan hingga kondisi dinyatakan aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X